Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Hukum: Jangan Terlalu Percaya Pada AI, Bukan Kebenaran Mutlak
Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Atgas hadir di Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan masyarakat jangan menganggap hasil AI sebagai kebenaran mutlak karena teknologi ini masih bisa melakukan kesalahan.
  • Supratman menilai AI hanya alat bantu tanpa rasa manusia, sehingga penggunaannya tetap perlu pengawasan dan pengecekan terutama terkait karya serta hak cipta.
  • Indonesia Summit 2026 oleh IDN Times menghadirkan tema 'The Next Us' dan meluncurkan survei Millennial and Gen-Z Report 2027 untuk menggali aspirasi generasi muda di sembilan wilayah Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Supratman bilang orang jangan terlalu percaya sama AI, soalnya AI bisa salah dan gak punya rasa kayak manusia. Katanya AI cuma alat bantu aja, bukan kebenaran pasti. Acara itu di Jakarta, banyak anak muda datang buat bahas masa depan Indonesia. Sekarang orang diajak pakai AI dengan hati-hati dan tetap cek dulu hasilnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Menkum Supratman dalam Indonesia Summit 2026 menunjukkan upaya membangun kesadaran kritis terhadap penggunaan AI, agar masyarakat tidak kehilangan peran manusiawi dalam proses berpikir. Melalui forum yang melibatkan generasi Milenial dan Gen Z serta peluncuran survei nasional, acara ini memperlihatkan semangat kolaboratif untuk memahami teknologi sekaligus menegaskan pentingnya nilai dan rasa manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menyebut, masyarakat tak boleh terlalu percaya pada kecerdasan artifisial (AI). Jangan menganggapnya sebagai kebenaran mutlak.

"Jangan terlalu percaya pada AI. Jangan sampai kita memiliki pola pikir bahwa semua hasil AI adalah kebenaran mutlak. Faktanya, dalam banyak kasus AI juga masih sering melakukan kesalahan," kata Supratman dalam acara Indonesia Summit 2026 by IDN Times di The Tribrata, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Supratman menyebut, AI tidak memiliki sesuatu yang dimiliki manusia, yaitu rasa. Selain itu, penggunaan AI juga tergantung dari manusia yang menggunakan AI itu sendiri.

Alhasil, masyarakat harus mulai menempatkan AI sebagai alat bantu. Apa yang disampaikan oleh AI tetap harus melalui proses pengecekan tersendiri, terutama jika berkaitan dengan karya dan hak cipta.

"AI tidak memiliki sesuatu yang dimiliki manusia, yaitu rasa. AI memang penting sebagai alat bantu. Namun apabila AI dijadikan satu-satunya sumber kebenaran, tentu hal itu belum tepat," ujar Supratman.

IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.

IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.

Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

Editorial Team

Related Article