Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gunung Berapi Fuego di Guatemala Erupsi, Ratusan Warga Dievakuasi

Gunung Berapi Fuego di Guatemala Erupsi, Ratusan Warga Dievakuasi
gunung berapi Fuego di Guatemala (unsplash.com/Ben Turnbull)
Intinya Sih
  • Erupsi besar Gunung Fuego di Guatemala pada 3 Agustus 2026 memuntahkan lava dan abu hingga 6 kilometer, mendorong CONRED menetapkan peringatan kewaspadaan tertinggi kedua.
  • Sedikitnya 350 warga dari El Porvenir dan Las Lajitas dievakuasi ke San Juan Alotenango, sementara puluhan keluarga lain ditampung di Escuintla.
  • Erupsi berlangsung 23 jam hingga Selasa pagi; sekolah, usaha, dan jalan sekitar gunung ditutup, sementara warga dalam radius 10 kilometer diminta meningkatkan kewaspadaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ratusan warga Guatemala yang tinggal dilereng gunung berapi Fuego dievakuasi usai terjadi letusan besar yang menyemburkan lava dan kepulan abu pada Senin (3/8/2026). Erupsi ini mendorong badan penanggulangan bencana nasional, CONRED, mengeluarkan peringatan kewaspadaan tertinggi kedua di negara tersebut.

Hingga Selasa (4/8/2026), aliran lava mengalir menuruni gunung setinggi 3.763 meter tersebut, sementara abu vulkaniknya membumbung hingga 6 kilometer di atas langit. Gunung berapi paling aktif di Amerika Tengah ini terletak sekitar 40 kilometer di sebelah barat daya Guatemala City.

"Sejak pagi hari gunung itu sudah menunjukkan aktivitas. Pada malam harinya, peringatan dikeluarkan bahwa kami harus mengungsi," ujar seorang warga setempat bernama Alejandro Garcia. Ia menambahkan bahwa warga mengungsi atas inisiatif sendiri karena takut.

1. Sekitar 350 warga dari dua desa telah dievakuasi

erupsi gunung Fuego
erupsi gunung Fuego (unsplash.com/Alain Bonnardeaux)

Dilansir The Guardian, petugas pemadam kebakaran mengatakan telah mengevakuasi sedikitnya 350 warga dari desa El Porvenir dan Las Lajitas ke wilayah San Juan Alotenango yang terletak di sebelah timur. Para pengungsi ditampung di sebuah balai komunitas yang telah dilengkapi dengan tempat tidur darurat.

"Jika ada kesempatan untuk pindah ke rumah lain, itu akan lebih baik, karena kita selalu merasa takut mengingat gunung berapi ini tidak memberikan peringatan apa pun," kata Lidia Ortiz yang berada di tempat penampungan.

Wilayah Escuintla yang terletak di bagian selatan juga dilaporkan menampung puluhan keluarga lainnya, termasuk anak-anak.

2. Sekolah dan tempat usaha di wilayah tersebut ditutup

erupsi gunung Fuego
erupsi gunung Fuego (unsplash.com/Charlie Orellana)

Hingga Selasa pagi, gunung Fuego terus meletus tanpa henti selama 23 jam, meskipun intensitasnya mulai mereda. Institut Seismologi dan Vulkanologi Guatemala menyatakan bahwa gunung itu sedang mengalami fase paling intens dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang berada dalam radius 10 kilometer dari gunung tersebut.

Pihak berwenang Guatemala telah mengimbau agar dilakukan tindakan pencegahan terkait lalu lintas udara, meskipun sejauh ini erupsi tersebut belum berdampak pada operasional bandara di ibu kota. Sekolah dan tempat usaha di wilayah tersebut kini telah ditutup sementara, begitu juga dengan jalan yang mengelilingi rangkaian pegunungan tersebut.

Sementara itu, media melaporkan bahwa sejumlah wisatawan tetap nekat mendaki gunung berapi Acatenango, yang terletak di dekat gunung Fuego, meskipun telah dikeluarkan larangan. Mereka sengaja mendaki demi dapat merekam video erupsi dan mengunggahnya ke media sosial.

3. Letusan pada 2018 renggut 215 nyawa

pemandangan kota di Guatemala
pemandangan kota di Guatemala (unsplash.com/Clovis Castaneda)

Dilansir DW, Guatemala terletak di kawasan Cincin Api Pasifik sehingga kerap mengalami aktivitas seismik dan vulkanik. Dalam beberapa tahun terakhir, letusan gunung berapi Fuego telah beberapa kali memicu evakuasi massal.

Pada 2025, lebih dari 500 orang yang tinggal di sekitar kawah dievakuasi setelah gunung Fuego menyemburkan gas dan abu vulkaniknya. Letusan lainnya pada 2023 juga memaksa sekitar 1.200 orang mengungsi. Sementara itu, pada 2018, sedikitnya 215 orang tewas dan banyak lainnya hilang ketika aliran lava mengalir deras menuruni lereng Fuego dan menghancurkan sebuah desa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More