Jakarta, IDN Times - Kapal KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 (WSH-991) terlihat bersandar di pelabuhan Port Moresby, Papua Nugini pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kapal rumah sakit itu merupakan bagian dari Satgas Port Visit 2026 TNI Angkatan Laut (AL) untuk melakukan misi diplomasi ke empat negara Pasifik. Keempat negara Pasifik yang disambangi yakni Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini.
Mereka dilepas oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan ketika itu, Djamari Chaniago, dan berangkat dari Tanjung Priok pada 14 September 2026.
Saat berada di Papua Nugini, TNI AL melakukan misi kemanusiaan dengan memberikan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma. Total ada 1.213 pasien yang dilayani sebagai wujud nyata kepedulian sekaligus penguatan persahabatan kedua negara.
"Jenis layanan yang diberikan meliputi pelayanan kesehatan umum, gigi, bedah, jantung, penyakit dalam, mata dan obstetri. Maka, total masyarakat Papua Nugini yang mendapat pelayanan kesehatan selama dua hari mencapai 1.213 pasien," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul di dalam keterangan, dikutip Minggu (1/11/2026).
Selain pelayanan poliklinik, tim medis satgas juga melaksanakan tindakan operasi terhadap 15 pasien pada Selasa, 27 Oktober 2026. Kemudian, juga dilakukan pemeriksaan radiologi dan laboratorium bagi warga Papua Nugini.
