Dalam pertemuan tersebut, delegasi Iran dan Qatar dikabarkan juga membahas sejumlah upaya untuk mencegah perang dengan AS dan Israel kembali meletus. Menurut keterangan seorang sumber anonim, Teheran dan Doha melakukan kontak dengan Washington di tengah negosiasi tersebut.
Delegasi Iran dan Qatar Bertemu di Doha, Bahas Apa?

- Delegasi Iran dan Qatar bertemu di Doha pada 30–31 Oktober 2026 untuk membahas negosiasi lanjutan dengan AS serta langkah pencegahan konflik baru melibatkan Israel.
- Qatar sebagai mediator menyatakan akan mendorong Teheran dan Washington kembali berunding, sementara AS belum memutuskan serangan baru dan mengklaim pembicaraan tetap berlangsung.
- Negara-negara Timur Tengah mengantisipasi dampak perang Iran-AS-Israel, di tengah eskalasi konflik Arab Saudi-Yaman serta serangan Israel di Palestina dan Lebanon.
Jakarta, IDN Times - Delegasi Iran dikabarkan telah menggelar pertemuan khusus dengan negosiator Qatar di Kota Doha pada Sabtu (31/10/2026) kemarin. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membicarakan negosiasi lanjutan dan perdamaian dengan Amerika Serikat (AS).
1. Delegasi Iran dan Qatar sebelumnya sudah menggelar pertemuan 12 jam

ilustrasi negosiasi damai (pexels.com/Markus Winkler) Pada Jumat (30/10/2026) kemarin, delegasi Iran dan Qatar sebetulnya sudah menggelar pertemuan panjang selama 12 jam. Hal-hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut juga sama, yakni upaya perdamaian dengan AS dan Israel. Selain itu, delegasi kedua negara juga membahas sejumlah upaya untuk mencegah AS dan Israel kembali melakukan serangan. Sebab, Washington dan Tel Aviv belakangan ini dikabarkan akan melakukan serangan baru ke Teheran.
Pemerintah Qatar yang berperan sebagai mediator antara Iran dan AS mengatakan, pihaknya akan terus mendorong Teheran dan Washington untuk kembali ke meja perundingan. Sebab, hingga saat ini, negosiasi lanjutan kedua negara masih belum terlaksana. Doha menganggap negosiasi harus berlanjut karena itu merupakan satu-satunya cara yang paling efektif untuk mengakhiri konflik.
2. AS belum memutuskan apa pun soal serangan baru ke Iran

potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Renan Tagliaferro) AS sendiri sebetulnya belum memutuskan apa pun soal serangan baru ke Iran. Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Meski berencana menyerang Teheran, Rubio mengatakan bahwa Washington tetap mengutamakan negosiasi untuk menyelesaikan konflik. Ia juga mengklaim negosiasi antara AS dan Iran kini sedang berlangsung.
"Ada banyak pembicaraan. Pembicaraan sebenarnya tidak pernah berhenti," kata Rubio di tengah acara Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Atlanta, AS, pada Sabtu seperti dilansir The New Arab.
3. Negara-negara Timur Tengah mengantisipasi perang Iran dengan AS dan Israel

peta negara-negara Timur Tengah (pexels.com/Lara Jameson) Di sisi lain, negara-negara di Timur Tengah kini dikabarkan sedang berupaya mengantisipasi perang Iran dengan AS dan Israel agar tidak kembali meletus. Sebab, jika perang ketiga negara tersebut terjadi lagi, situasi geopolitik di Timur Tengah akan semakin runyam. Sebab, masih ada pihak lain di kawasan tersebut yang kini juga sedang berperang.
Arab Saudi dan Yaman saat ini juga sedang berperang dengan milisi Houthi. Aksi saling serang di antara Riyadh dan Sanaa semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir ini. Di sisi lain, Israel hingga saat ini masih menyerang Palestina dan Lebanon untuk membasmi Hizbullah.





















