Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mudik Asyik Baca Buku, Mendikdasmen Bagi Buku ke Anak Pemudik
Mendikdasmen Abdul Muti menggelar program Mudik Asyik Baca Buku di Stasiun Senen, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti membagikan buku bacaan anak di Stasiun Pasar Senen dalam program Mudik Asyik Baca Buku untuk menumbuhkan minat baca di kalangan anak-anak pemudik.
  • Sebanyak 24 ribu buku dibagikan gratis di sembilan titik transportasi, termasuk stasiun, terminal, pelabuhan, dan bandara, sebagai bagian dari kampanye literasi nasional selama arus mudik Lebaran.
  • Program ini menekankan pentingnya literasi yang bisa tumbuh di ruang publik mana pun agar anak-anak lebih akrab dengan buku daripada gawai sejak usia dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Suasana H-5 Lebaran arus mudik di Stasiun Pasar Senen tampak sedikit berbeda dari biasanya. Di tengah keramaian calon penumpang yang menunggu keberangkatan kereta, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, terlihat berjalan sambil membawa buku bacaan anak.

Abdul Mu'ti nampak membagikan buku kepada anak-anak yang tengah menunggu kereta bersama keluarganya di ruang tunggu stasiun, termasuk pada Alfa, 13 tahun, dan Andin, 10 tahun.

Gawai yang sebelumnya berada di tangan Alfa langsung ia letakkan, ketika sebuah buku bacaan yang diberikan Abdul Mu'ti mendarat di tangannya.

Wajah Alfa dan adiknya Andin, tampak semringah. Keduanya mengaku senang karena mendapatkan empat buku bacaan gratis, saat menunggu jadwal keberangkatan kereta di Stasiun Pasar Senen, Senin (16/3/2026).

Mu'ti mengatakan program Mudik Asyik Baca Buku merupakan upaya pemerintah agar terus memupuk dan meningkatkan budaya membaca, khususnya bacaan yang berkualitas yang menyasar anak-anak.

"Ini juga sejalan dengan upaya kami untuk bagaimana anak-anak kita ini lebih banyak pegang buku daripada pegang gawai. Karena sekarang ada kecenderungan anak-anak kita ini justru lebih familiar dengan gawai daripada dengan buku," ucap Mendikdasmen usai membagikan buku.

1. Sebanyak 24 ribu buku dibagikan di sembilan titik

Suasana mudik di Pasar Senen, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Mu'ti mengungkapkan program ini digelar di sembilan titik yakni Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Bandara Halim Perdanakusuma, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak (Banten), serta Terminal Pakupatan di Serang, Banten, dengan 24 ribu buku yang dibagikan gratis kepada pemudik.

"Tahun lalu hanya enam titik, bukunya (yang dibagikan) 20 ribu, tahun ini 24 ribu. Mudah-mudahan tahun depan bisa 4 ribu . Nah, kami juga berusaha untuk nanti ke depan cetakan bukunya lebih handy, lebih mudah dibawa, dan juga tentu saja lebih colorful," katanya.

2. Buku jadi sahabat untuk anak

Mendikdasmen Abdul Muti menggelar program Mudik Asyik Baca Buku di Stasiun Senen, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Mu'ti menekankan buku yang dibagi tidak sekadar berwarna, namun juga secara isi juga bisa menjadi sahabat bagi anak-anak, sehingga bisa menumbuhkan generasi emas dan cerdas.

"Bagi anak-anak untuk sejak awal memiliki kedekatan dengan buku, atau teorinya sering disebut dengan book engagement. Kalau itu sudah bisa kita bangun, maka insyaallah upaya untuk membangun generasi yang cerdas, generasi yang berkualitas seperti yang sering ditekankan oleh Bapak Presiden, dapat kita mulai dari membaca buku," ucapnya.

3. Literasi tumbuh di mana saja

Suasana mudik di Pasar Senen, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Sementara, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan kehadiran buku di ruang publik merupakan salah satu cara kreatif untuk memperkenalkan anak-anak terhadap buku dan bahan bacaan, dan juga untuk meningkatkan akses masyarakat kepada kebiasaan membaca sejak dini.

"Literasi tumbuh bukan hanya di ruang kelas, jadi bukan hanya di rumah, tapi dari mana pun ketika kita melakukan kegiatan sehari-hari. Mungkin nanti di pasar-pasar juga ada ya, di tempat penitipan anak ya, di mana mungkin mereka bisa sekaligus tadi belajar membaca," katanya, pada saat yang sama.

Editorial Team