Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nusron Wahid Akhirnya Muncul Sehari Usai Kementerian ATR Digeledah KPK
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN, Nusron Wahid (di tengah) muncul usai kantornya digeledah oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (IDN Times/Santi Dewi)
  • Menteri ATR/BPN Nusron Wahid muncul di kantor kementerian pada Jumat, sehari setelah KPK menggeledah instansinya terkait dugaan suap HGB di BPN Kabupaten Bogor.
  • Nusron menyatakan menghormati dan akan mengikuti proses hukum KPK, serta berharap OTT tersebut mempercepat perbaikan layanan internal ATR/BPN.
  • Empat dari delapan tersangka KPK disebut merupakan orang dekat Nusron; penyidik menemukan uang tunai Rp106 miliar di rumah Arif Sugiyanto.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Nusron Wahid datang lagi ke kantor ATR/BPN setelah kantor itu diperiksa KPK. KPK sedang melihat dugaan suap soal izin tanah di Bogor. Nusron bilang ia menghormati aturan dan mau membantu KPK. Empat orang dekat Nusron sudah ditahan. KPK juga menemukan uang Rp106 miliar di rumah Arif Sugiyanto.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sikap Nusron Wahid yang kembali hadir di kementerian, menyatakan penghormatan terhadap proses hukum, dan menjanjikan kerja sama dengan KPK membuka ruang bagi penanganan perkara yang lebih transparan. Harapannya agar proses tersebut mempercepat pembenahan layanan internal ATR/BPN juga menempatkan penegakan hukum sebagai momentum perbaikan institusi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Setelah dicari-cari oleh publik, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Nusron Wahid, akhirnya muncul di Kementerian ATR pada Jumat (18/9/2026). Kemunculan Nusron terjadi sehari usai kementerian yang ia pimpin digeledah oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menteri dari Partai Golkar itu mengaku menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh komisi antirasuah. Ia juga berjanji akan bekerja sama dengan penyidik untuk mengungkap kasus dugaan suap Hak Guna Bangunan (HGB) di kantor BPN Kabupaten Bogor.

"Pertama, kami menghormati apa yang diproses oleh aparat penegak hukum dalam hal ini KPK. Kami juga akan mengikuti. Kami akan mengikuti proses yang ada di sini," ungkap Nusron di kantor Kementerian ATR/BPN usai mengikuti salat Jumat.

Ia berharap usai penyidik komisi antirasuah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) ada percepatan perbaikan layanan di internal di kantor ATR/BPN. Nusron juga menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang tengah bergulir ke penyidik komisi antirasuah.

Ketika memberikan keterangan ke media, Nusron turut didampingi Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Darmawan. IDN Times sempat bertanya kepada salah seorang pegawai di Kementerian ATR/BPN apakah ini hari pertama berkantor, ia mengaku tidak tahu lantaran selama dua hari terakhir sedang rapat di luar kota.

Namun, berdasarkan observasi IDN Times, sejak OTT digelar oleh penyidik komisi antirasuah pada Senin kemarin, Nusron sudah menghilang. Nama Nusron ikut terseret dalam dugaan kasus korupsi suap HGB, lantaran empat dari delapan tersangka yang telah ditahan oleh KPK merupakan tangan kanannya.

Dari OTT tersebut, penyidik KPK menemukan barang bukti salah satunya uang tunai di kediaman salah satu orang kepercayaan Nusron, Arif Sugiyanto. Nominal uang tunai yang ditemukan di rumah mantan Bupati Kebumen itu mencapai Rp106 miliar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article