Belarus Bebaskan 25 Tahanan Politik usai AS Longgarkan Sanksi

- Belarus membebaskan 25 tahanan politik setelah AS bersedia melonggarkan sanksi, melalui negosiasi utusan khusus John Coale dengan Presiden Alexander Lukashenko.
- AS juga menawarkan pembebasan dana Belarus senilai 44 juta dolar AS yang dibekukan di Citibank; Coale menyatakan akan menindaklanjuti kesepakatan tersebut.
- Menurut Viasna, lebih dari 900 tahanan politik masih ditahan di Belarus. Oposisi menyambut pembebasan ini, tetapi menyoroti penangkapan terhadap oposisi yang terus berlangsung.
Jakarta, IDN Times - Perwakilan Khusus Amerika Serikat (AS), John Coale mengumumkan pembebasan 25 tahanan politik Belarus pada Rabu (16/9/2026). Keputusan Minsk ini setelah Washington bersedia melonggarkan sanksi ke negaranya.Ā
Sebagai informasi, Coale sudah ditunjuk oleh Presiden AS, Donald Trump sebagai perwakilan untuk bernegosiasi dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko sejak 2025. Sebelumnya, ia sudah berhasil membebaskan sekitar 500 tahanan politik di Belarus.Ā
1. Coale akan perbaiki hubungan AS dan Belarus

Presiden Belarus, Alexander Lukashenko saat bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. (president.gov.by) Coale menambahkan bahwa ia akan berusaha untuk memperbaiki hubungan AS dan Belarus. Ia meyakini mampu membebaskan lebih banyak orang dalam waktu dekat dengan ganti pelonggaran sanksi dari AS.Ā
Dilansir RFE/RL, Coale mengaku akan kembali ke Belarus sebulan ke depan. Menurutnya, ia akan dapat membebaskan lebih banyak orang dan diharapkan dapat membebaskan hingga ratusan tahanan politik.Ā
2. AS bebaskan uang Belarus yang dibekukan

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/mck) Hasil negosiasi antara AS dan Belarus ini berhasil setelah AS menawarkan pembebasan uang Belarus yang dibekukan di Citibank. Pekan lalu, Lukashenko menyebut bahwa ada uang milik Belarus berjumlah sebesar 44 juta dolar AS (Rp779 miliar) di bank AS dan meminta untuk dikembalikan.
Dilansir The Moscow Times, Coale sudah meminta Citibank untuk membebaskan dana tersebut dan berjanji kepada Lukashenko untuk menyelesaikan masalah ini. Presiden Belarus itu juga meminta agar Coale memenuhi janjinya dan mengikuti kesepakatan.Ā Ā
3. Masih ada lebih dari 900 tahanan politik di Belarus

suasana di dalam penjara (unsplash.com/ansleycreative) Kelompok penegak hak asasi manusia (HAM), Viasna, yang mengawasi penangkapan paksa di Belarus, mengatakan bahwa Minsk masih menahan lebih dari 900 tahanan politik. Meskipun, AS sudah membebaskan ratusan tahanan politik pada awal 2025.Ā
Di sisi lain, Pemimpin oposisi Belarus, Sviatlana Tsikhanouskaya menyambut baik pembebasan 25 tahanan politik ini. Namun, ia memperingatkan bahwa Lukashenko masih belum mau membebaskan seluruh tahanan politik, dikutip dari Euronews.
Menurut sejumlah aktivis, rezim Lukashenko memang membebaskan sejumlah tahanan politik. Namun, mereka juga masih menangkap dan memenjarakan sejumlah oposisi lainnya.Ā






















