Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Panglima TNI Naikkan Pangkat Dua Prajurit Penurun Bendera Bulan Bintang
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto anugerahkan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa operasi militer selain perang (KPLB OMSP) usai turunkan bendera bulan bintang di Aceh. (Dokumentasi Puspen TNI)
  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberi kenaikan pangkat luar biasa OMSP kepada Irfan Farhan dan Donni Pinto Harahap usai menurunkan bendera Bulan Bintang dan mengibarkan Merah Putih.
  • Irfan naik dari Serda menjadi Sertu, sementara Donni dari Prada menjadi Pratu; TNI menyebut penghargaan itu mengapresiasi keberanian, dedikasi, loyalitas, dan patriotisme keduanya.
  • TNI dan Polda Aceh menyatakan situasi pascakericuhan Hari Damai Aceh telah kondusif, sementara kepolisian masih menyelidiki pengibaran bendera Bulan Bintang di Masjid Raya Baiturrahman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dua prajurit TNI, Irfan Farhan dan Donni Pinto Harahap, naik pangkat. Mereka menurunkan bendera Bulan Bintang dan memasang Merah Putih di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. TNI memberi hadiah karena mereka berani. Sekarang Aceh sudah aman dan tenang. Polisi Aceh masih mencari tahu soal keributan itu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Kamis (20/8/2026) memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa operasi militer selain perang (KPLB OMSP) bagi dua prajurit TNI yang menurunkan bendera bulan bintang saat hari damai Aceh. Kedua prajurit TNI yang mendapat kenaikan pangkat yakni Sersan Dua (Serda) Irfan Farhan yang merupakan anggota Yonif 112/DJ Kodam Iskandar Muda dan Prada Donni Pinto Harahap. Donni merupakan anggota Yonarmed 17/RC Kodam Iskandar Muda.

"Kenaikan pangkat luar biasa OMSP itu diberikan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi, dedikasi, serta jiwa patriotisme kedua prajurit yang berani menurunkan bendera Bulan Bintang. Kemudian, mereka mengibarkan bendera Merah Putih di Halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh," ungkap Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas di dalam keterangan pada Kamis (20/8/2026).

Dengan kenaikan pangkat itu, maka pangkat Serda Irfan menjadi Sertu. Sedangkan, Prada Donni menjadi Pratu.

"Kenaikan pangkat ini menjadi penghargaan atas sikap dan tindakan keduanya yang dinilai mencerminkan keberanian, loyalitas serta semangat pengabdian dalam menjaga kehormatan Merah Putih," tutur jenderal bintang dua itu.

1. Penghargaan bagi dua prajurit merupakan apresiasi pimpinan TNI

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto anugerahkan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa operasi militer selain perang (KPLB OMSP) usai turunkan bendera bulan bintang di Aceh. (Dokumentasi Puspen TNI)

Lebih lanjut, Nas menjelaskan pemberian penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi pimpinan TNI terhadap prajurit yang menunjukkan prestasi dan keberanian dalam melaksanakan tugas. "Apresiasi luar biasa ini datang dari negara dan pimpinan TNI kepada prajurit tersebut yang pada prinsipnya merupakan suatu program reward yang diberikan bagi prajurit yang beprestasi baik," kata Nas.

Dengan adanya pemberian penghargaan kenaikan pangkat luar biasa itu, katanya, menegaskan komitmen TNI untuk memberikan penghargaan kepada prajurit yang menunjukkan keberanian, dedikasi, dan pengabdian luar biasa.

"Keteladanan kedua prajurit itu diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit TNI untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan NKRI," imbuhnya.

2. Situasi di Aceh kini dalam keadaan kondusif

Lambang Garuda yang ada di Pendopo Gubernur Aceh dicopot massa aksi. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas memastikan bahwa situasi di Aceh kondusif dan aman setelah kericuhan pada peringatan Hari Damai Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.

“Hasil koordinasi antara seluruh pihak terkait, baik dari TNI, Polri, termasuk pemerintah daerah sudah bisa dikoordinasikan, di-clear-kan. Intinya kondisi saat ini kondusif, tidak ada masalah," kata Nas.

“Jadi saya imbau tidak ada lagi yang menyebarkan berita-berita bahwa Aceh begini, begitu, segala macam, ataupun tidak ada kekhawatiran. Aceh adalah Indonesia,” imbuhnya.

Nas juga memastikan bahwa TNI telah menurunkan bendera Bulan Bintang yang sempat dikibarkan massa pada kericuhan tersebut dan menggantinya dengan bendera Merah Putih.

3. Polda Aceh masih melakukan penyelidikan kericuhan di halaman Masjid Baiturrahman

Bendera Bulan Bintang berkibar di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Sementara, Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap aksi pengibaran bendera bulan dan bintang yang identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Ruddi menjelaskan, kondisi Aceh saat ini sudah kondusif kembali pasca kejadian yang terjadi Sabtu lalu. Dia berterimakasih ke warga yang telah menjaga perdamaian.

"Terkait kejadian kemarin, Polda Aceh sedang melakukan penyelidikan," ungkap Ruddi pada Selasa, 18 Agustus 2026.

"Pada saat Hari Damai, alhamdulillah walau ada hal yang tidak kami inginkan, namun terima kasih, itu tidak lama, langsung kondusif," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article