Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Parcel Ajang Cuci Gudang Produk Kedaluwarsa, Ini Kata BPOM
Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam Konferensi Pers Hasil Intensifikasi Pengawasan Pangan Ramadan & Idulfitri Tahun 2026 di Gedung BPOM, Rabu (11/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Kepala BPOM Taruna Ikrar memperingatkan pelaku usaha agar tidak memasukkan produk rusak atau kedaluwarsa dalam parsel menjelang Idul Fitri dan menegaskan akan melakukan sidak rahasia.
  • BPOM melakukan pengawasan ketat terhadap kemasan, label, dan tanggal kedaluwarsa produk, serta menemukan biskuit kedaluwarsa masih dijual di wilayah Padang.
  • Masyarakat diimbau memeriksa kondisi kemasan, izin edar BPOM, dan tanggal kedaluwarsa untuk mencegah risiko keracunan akibat produk rusak atau kadaluwarsa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BPOM memperingatkan pelaku usaha agar tidak memasukkan produk rusak atau kedaluwarsa ke dalam parsel menjelang Idul Fitri dan melakukan pengawasan intensif terhadap produk makanan di pasaran.
  • Who?
    Kepala BPOM Taruna Ikrar bersama tim pengawasan BPOM yang melakukan inspeksi mendadak dan pemeriksaan produk di berbagai daerah, termasuk wilayah Padang.
  • Where?
    Peringatan disampaikan di Gedung BPOM Jakarta, sementara temuan produk biskuit kedaluwarsa ditemukan beredar di wilayah Padang melalui jalur distribusi lokal.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Rabu, 11 Maret 2026, menjelang perayaan Idul Fitri ketika permintaan parsel meningkat tajam di berbagai daerah.
  • Why?
    Tindakan dilakukan untuk mencegah praktik “cuci gudang” yang membahayakan konsumen karena produk kedaluwarsa dapat menimbulkan risiko kesehatan seperti pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab keracunan.
  • How?
    BPOM melakukan sidak rahasia, memeriksa kemasan, label, izin edar, serta tanggal kedaluwarsa. Masyarakat juga diminta memeriksa kondisi kemasan dan memindai kode izin sebelum membeli produk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang jual parsel buat lebaran, tapi ada yang nakal masukin makanan rusak dan kadaluwarsa. Pak Taruna dari BPOM marah dan bilang jangan begitu. BPOM sekarang sering cek parsel diam-diam, lihat bungkusnya, labelnya, dan tanggalnya. Mereka juga sudah temukan biskuit kadaluwarsa di Padang. Semua orang diminta hati-hati sebelum makan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, memperingatkan para pelaku usaha agar tidak melakukan praktik “cuci gudang” dengan memasukkan produk rusak atau kedaluwarsa ke dalam kemasan parsel menjelang Idul Fitri.

“Permintaan parsel meningkat luar biasa sehingga kadang digunakan pengusaha untuk cuci gudang. Kami akan bertindak tegas dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara rahasia untuk memastikan isi parsel sesuai aturan,” ujarnya di Gedung BPOM, Rabu (11/3/2026)

1. Cek kedaluwarsa

Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam Konferensi Pers Hasil Intensifikasi Pengawasan Pangan Ramadan & Idulfitri Tahun 2026 di Gedung BPOM, Rabu (11/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Oleh karena itu, BPOM melakukan pengawasan intensif terhadap produk yang beredar di pasaran, khususnya yang masuk dalam paket parsel. Pengawasan tersebut meliputi pemeriksaan kemasan, label, hingga tanggal kedaluwarsa produk.

“Kita sangat intens terhadap cek kemasan, cek labelnya, cek kedaluwarsa,” kata dia.

2. BPOM temukan produk biskuit kedaluwarsa

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar dalam konferensi pers di Gedung BPOM, Jumat (30/1/2025). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Dalam pengawasan yang dilakukan, BPOM menemukan sejumlah produk biskuit kedaluwarsa yang masih beredar di wilayah Padang. Produk tersebut ditemukan masih diperjualbelikan melalui berbagai jalur distribusi.

“Kalau dia sudah kedaluwarsa itu berbahaya. Itu berarti produknya sudah rusak. Sudah bisa tumbuh jamur, tumbuh bakteri. Secara chemical bisa menyebabkan keracunan,” ujar dia.

3. Perhatian kondisi kemasan

Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam Konferensi Pers Hasil Intensifikasi Pengawasan Pangan Ramadan & Idulfitri Tahun 2026 di Gedung BPOM, Rabu (11/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Taruna menegaskan, masyarakat perlu memperhatikan kondisi kemasan sebelum mengonsumsi produk makanan. Dia menyarankan agar masyarakat memastikan kemasan tidak rusak atau penyok, baik pada produk yang dikemas dalam kaleng, kaca, plastik, maupun kertas.

Selain itu, masyarakat juga diminta memeriksa label produk untuk memastikan telah memiliki izin edar dari BPOM dengan cara memindai kode pada kemasan.

“Yang terakhir, cek kadaluwarsa. Sangat sering terjadi keracunan di beberapa contoh,” kata dia.

Editorial Team