Jakarta, IDN Times – Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, membantah tudingan yang mengaitkan partainya dengan aksi-aksi mahasiswa yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, tuduhan tersebut dibangun dari rangkaian asumsi yang tidak memiliki dasar kuat dan hanya mengandalkan pola pikir cocoklogi.
Guntur menilai pernyataan yang disampaikan kelompok yang menamakan diri "BEM Bersatu" telah menggiring opini publik melalui narasi yang tidak didukung fakta. Ia menyebut upaya menghubungkan sejumlah individu dengan PDI Perjuangan sebagai bentuk penalaran yang dipaksakan.
“Menanggapi siaran pers yang dikeluarkan oleh pihak yang menamakan diri "BEM Bersatu", kami memandang perlu untuk meluruskan distorsi informasi dan penyesatan opini yang secara sengaja dibangun melalui metode "cocokologi" yang sangat dipaksakan,” ujar Guntur, dikutip Jumat (19/6/2026).
