Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

DPR Minta Buku Ajar Baru Gratis dan Tak Jadi Ladang Bisnis Baru

DPR Minta Buku Ajar Baru Gratis dan Tak Jadi Ladang Bisnis Baru
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Lalu Hadrian Irfani mendukung perubahan buku mata pelajaran yang mencakup materi, isi, dan konten, dengan keterlibatan pakar pendidikan.
  • Komisi X DPR mendorong uji publik serta distribusi buku gratis bagi siswa hingga seluruh pelosok negeri.
  • Presiden Prabowo Subianto ingin meningkatkan kualitas isi dan fisik buku ajar SD, SMP, dan SMA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyambut baik rencana pemerintah yang akan mengubah buku mata pelajaran. Namun, perubahan buku tersebut tidak hanya menyangkut tampilan fisik semata.

Menurut dia, pemerintah juga perlu melakukan pembaruan terhadap materi dan konten yang disajikan dalam buku-buku pelajaran. Ia juga mendorong agar pemerintah melibatkan semua pakar pendidikan dalam proses penyusunannya.

  1. 1. Jangan jadi ladang bisnis baru bagi kelompok tertentu

    IMG-20260511-WA0033.jpg
    Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani soroti kampus kelola dapur MBG. (IDN Times/Amir Faisol).

    Politikus PKB itu juga mendorong adanya uji publik agar tidak memunculkan opini bahwa proyek ini hanya dikerjakan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan tertentu. Ia juga mengingatkan agar proyek ini tidak menjadi ladang bisnis baru bagi kelompok tertentu.

    Di sisi lain, Lalu juga mendorong agar buku pelajaran yang akan diubah pemerintah dapat dirasakan semua murid di pelosok negeri.

    "Ini harus gratis diberikan kepada siswa-siswi kita, tidak hanya di kota saja, tetapi di seluruh pelosok negeri. Nah, ini harapan kami. Ya, tentu ini moga-moga bisa sampai kepada pemerintah, terutama kepada Bapak Presiden langsung," kata dia.

  2. 2. Prabowo ingin tingkatkan kualitas buku ajar

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (dok. Sekretariat Negara)
    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (dok. Sekretariat Negara)

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan, Presiden Prabowo Subianto ingin meningkatkan kualitas buku ajar sekolah tingkat SD, SMP dan SMA. Untuk peningkatan tersebut, Presiden Prabowo turut membandingkan kualitas buku ajar Indonesia dengan negara ASEAN.

    Kepala Negara menilai, siswa Indonesia masih tertinggal dalam pelajaran matematika hingga bahasa Inggris. Oleh karena itu, perlu ada peningkatan kualitas buku ajar.

    "Mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satuconcern beliau (Presiden Prabowo) adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/8/2026).

  3. 3. Prabowo perhatikan kualitas fisik buku ajar

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (dok. Sekretariat Negara)
    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (dok. Sekretariat Negara)

    Prasetyo mengatakan, Presiden Prabowo juga memperhatikan kualitas fisik buku. Sehingga buku yang nantinya dibagikan kepada sekolah untuk siswa, tidak mudah rusak.

    "Kalau tampilan tadi sudah kami jelaskan, penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu. Mungkin kadang-kadang, dulu kan ada yang buku ini tidak dimiliki pribadi, dan kemudian bisa diwariskan atau dipakai oleh adik kelasnya," kata dia.

    Prasetyo menyampaikan, keluarga Presiden Prabowo dari kecil sudah dididik untuk suka membaca. Oleh karena itu, Prabowo ingin agar rakyat Indonesia sejak dini sudah dididik untuk gemar membaca.

    "Sejak usia belia, keluarga Pak Mitro selalu mewajibkan putra-putrinya untuk setiap minggu membaca sekian buku, kemudian membuat rangkuman dan disampaikan kepada orang tua. Itu adalah juga cara mendidik yang kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikdasmen untuk juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku, dan wajib membaca buku bagi kita semua," ucap dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More