Jakarta, IDN Times - Sejak Prabowo Subianto resmi menjabat sebagai RI-1, peran militer semakin luas dan merangsek ke wilayah sipil. Teranyar, TNI juga ikut lakukan perburuan terhadap begal di ibu kota Jakarta. Kodam Jaya sampai turunkan batalion tempur ikut berpatroli dengan personel Polda Metro Jaya.
Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI), Kahar Muamalsyah mengecam keras semakin terbukanya praktik militerisasi ruang siapil yang dilakukan oleh TNI. Pengawasan terhadap warga sipil yang kritis, intimidasi terhadap ekspresi publik hingga pelibatan batalion tempur merupakan sinyal berbahaya bagi agenda reformasi di sektor keamanan.
"Agenda reformasi di sektor keamanan sedang dibongkar secara perlahan namun sistematis," ujar Kahar di dalam keterangan pada Kamis (28/5/2026).
Keterlibatan TNI di ruang-ruang sipil jelas melanggar konstitusi. Sebab, fungsi tupoksi militer merupakan alat pertahanan negara.
PBHI juga menyoroti praktik dugaan intimidasi yang dialami oleh Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi. Lewat akun media sosialnya, Islah meyakini dipantau oleh sejumlah individu dari militer. Pakar soal isu terorisme itu menduga diintimidasi karena sering mengkritik kembalinya militer ke ruang-ruang sipil.
