Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

TNI Gembleng 400 Pegawai Baru BUMN 3 Bulan, Dilanjut Pendidikan Manajerial

TNI Gembleng 400 Pegawai Baru BUMN 3 Bulan, Dilanjut Pendidikan Manajerial
400 pegawai baru BUMN digembleng lewat program Presidential Future Leadership (PFLP) di Kodiklat TNI, Serpong. (www.instagram.com/@kemhanri)
Intinya Sih
Gini Kak
  • TNI melatih 400 pegawai baru BUMN selama tiga bulan di Kodiklat Serpong untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan jiwa kebangsaan tanpa menjadikan mereka prajurit.
  • Program Future Leadership Program (PFLP) berlangsung sembilan bulan mencakup pelatihan militer, pendidikan manajerial di Danantara Corporate University, serta magang lintas instansi selama dua bulan.
  • Direktur Imparsial menilai pendekatan militeristik bukan cara tepat menanamkan disiplin dan nasionalisme, serta menganggapnya sebagai bentuk kontrol terhadap instansi sipil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 400 peserta pegawai baru Basan Usaha Milik Negara (BUMN) digembleng dengan pelatihan dasar militer selama tiga bulan. Pelatihan dilakukan di Markas Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) di Serpong, Tangerang, Banten.

Program yang dinamakan Future Leadership Program (PFLP) itu dibuka lewat upacara khusus, dan dipimpin Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto. Donny mengatakan PFLP merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, sebab ratusan peserta merupakan calon pemimpin perusahaan pelat merah pada masa depan.

"Program ini (berlangsung) selama sembilan bulan. Tiga bulan di antaranya dilaksanakan di Kodiklat TNI ini. Kemudian empat bulan nanti (dilakukan) di Danantara Corporate University, dan dua bulan sesudahnya akan magang di beberapa tempat. Nanti kami akan putuskan," ujar Donny di Kodiklat TNI, Serpong, Rabu, 20 Mei 2026.

Ratusan pegawai baru BUMN itu merupakan gelombang pertama tahun anggaran 2026 yang mengikuti PFLP. Donny menyebut ada 1.068 pegawai yang diundang mengikuti seleksi. Sebanyak 700 orang hadir dan hanya 400 orang yang dinyatakan lolos pada gelombang pertama: 272 peserta pria dan 128 perempuan.

Apa saja materi yang diajarkan selama ratusan pegawai baru itu digembleng di Kodiklat TNI?

1. Ratusan pegawai baru BUMN diajarkan pelatihan dasar militer

TNI Gembleng 400 Pegawai Baru BUMN 3 Bulan, Ajarkan Kedisiplinan
400 pegawai baru BUMN digembleng lewat program Presidential Future Leadership (PFLP) di Kodiklat TNI, Serpong. (www.instagram.com/@kemhanri)

Lebih lanjut, Donny mengatakan, selama digembleng tiga bulan di Kodiklat TNI, ratusan peserta akan mendapat latihan dasar militer. Mulai dari pelatihan kedisiplinan, nasionalisme, jiwa kebangsaan, kebersamaan, hingga daya juang.

Namun, Donny menggarisbawahi materi latihan dasar militer yang diberikan kepada ratusan pegawai baru BUMN itu bukan untuk menjadikan mereka prajurit TNI. Dia menyebut itu semua dilakukan untuk pembentukan karakter.

"Itu adalah basic-basic yang kami ajarkan. Demikian juga dalam baris berbaris. Ini contoh ya, dari baris-berbaris saja mengajarkan filosofi kebersamaan, kerapian, hingga disiplin. Jadi jangan dilihat negatif dulu," kata purnawirawan tinggi TNI Angkatan Udara (AU) itu.

"Mereka tidak akan dijadikan prajurit. Itu semua merupakan bentuk pembinaan karakter," imbuhnya.

Sementara, pola hidup disiplin yang diajarkan selama digembleng di Kodiklat TNI mulai dari bangun pagi, senam bersama hingga mengikuti keseharian di lingkungan Kodiklat TNI. Proses yang dilalui pegawai baru BUMN menyerupai ASN baru yang ikut program komponen cadangan. Mereka mengikuti latihan dasar militer di enam lembaga pendidikan di TNI selama 45 hari.

2. Pegawai baru BUMN yang jalani program PFLP akan dapat kredit poin

TNI Gembleng 400 Pegawai Baru BUMN 3 Bulan, Ajarkan Kedisiplinan
400 pegawai baru BUMN digembleng lewat program Presidential Future Leadership (PFLP) di Kodiklat TNI, Serpong. (www.instagram.com/@kemhanri)

Donny menjelaskan usai menuntaskan latihan dasar militer di Kodiklat TNI, ratusan pegawai baru BUMN itu bakal mengikuti pendidikan manajerial di Danantara Corporate University selama empat bulan. Materi yang diberikan meliputi kemampuan manajemen, pengambilan keputusan, proses analisis, hingga keamanan siber.

Lalu di tahap akhir, peserta akan menjalani magang lintas instansi selama dua bulan. Donny memberikan contoh, pegawai baru BUMN yang bekerja di sektor energi terbuka untuk ditempatkan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tujuannya untuk memahami tata kelola pemerintahan dan industri.

"Jadi, saya rasa tentu akan ada credit point dari mereka yang melaksanakan kegiatan-kegiatan ini. Tapi tidak menjamin bahwa lulus dari sini langsung menjadi direktur, tidak juga. Ada tahapan-tahapan yang harus diikuti, pengayaan-pengayaan harus dilakukan," katanya.

Donny menyebut program serupa akan dibuka di gelombang selanjutnya pada tahun depan. Termasuk melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN).

3. Latihan dasar militer dalam PFLP disebut cara untuk kontrol instansi sipil

TNI Gembleng 400 Pegawai Baru BUMN 3 Bulan, Ajarkan Kedisiplinan
400 pegawai baru BUMN digembleng lewat program Presidential Future Leadership (PFLP) di Kodiklat TNI, Serpong. (www.instagram.com/@kemhanri)

Sementara, dalam pandangan Direktur Imparsial, Andi Manto Adiputra, pola disiplin tidak lahir dari pendekatan militeristik. Apalagi bila tujuannya untuk meningkatkan jiwa kebangsaan dan daya juang. Tidak ada korelasi langsung peningkatan jiwa kebangsaan dengan ikut latihan dasar militer.

"Sederhananya jika kita ingin berkaca pada dunia, masyarakat yang paling disiplin adalah masyarakat Jepang. Tetapi Jepang tidak menggunakan pendekatan militer untuk menanamkan kedisiplinan kepada masyarakatnya," kata Ardi kepada IDN Times melalui pesan pendek, Kamis (20/5/2026).

Contoh lain, kata Ardi, Negeri Sakura menggunakan metode simulasi kecelakaan yang diajarkan sejak dini kepada anak-anak di Jepang untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dia mengatakan alasan Kementerian Pertahanan untuk menegakkan disiplin dan meningkatkan jiwa kebangsaan, sebagai sesuatu yang klise.

"Yang sebenarnya ingin dilakukan adalah melakukan kontrol terhadap instansi-instansi sipil terkait dengan mengklaim bahwa militer adalah yang paling disiplin atau memiliki jiwa kebangsaan," tutur dia.

Dengan begitu, sikap kritis pegawai BUMN bisa diredam. Sedangkan, di dalam instansi sipil, kultur berpikir kritis seharusnya menjadi budaya yang melekat, agar instansi terkait dapat berkembang dengan inovasi dan responsif terhadap lingkungan sekitar.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More