Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Sempurnakan Pelatihan SPPI Kopdes Merah Putih, Lebih Humanis
Peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang digembleng di Pusdikkes Puskes Angkatan Darat (AD). (IDN Times/Santi Dewi)
  • Pemerintah menyempurnakan pelatihan SPPI agar lebih efektif dan humanis tanpa mengurangi kualitas pembentukan karakter, kepemimpinan, serta semangat cinta Tanah Air.
  • Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menegaskan tujuan program adalah mencetak SDM profesional, berintegritas, dan siap mendukung program prioritas pemerintah dengan percaya diri.
  • Metode pelatihan diubah dari latihan dasar kemiliteran menjadi bela negara dan manajerial, dengan fokus pada keselamatan, kesehatan, serta kesejahteraan peserta muda pilihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
6 Juli 2026

Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa pemerintah akan menyempurnakan program pelatihan SPPI agar lebih humanis dan efektif. Ia menegaskan tujuan penyempurnaan untuk mencetak SDM profesional, berintegritas, dan siap mendukung program prioritas pemerintah.

kini

Pemerintah telah mengevaluasi pelatihan SPPI dan mengubah pendekatan dari latihan dasar kemiliteran menjadi pelatihan bela negara serta manajerial yang lebih ramah terhadap peserta.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah menyempurnakan program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) agar lebih humanis, dengan menyesuaikan metode pelaksanaan tanpa mengurangi kualitas dan esensi pembentukan karakter serta kepemimpinan peserta.
  • Who?
    Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mewakili pemerintah dalam menyampaikan kebijakan penyempurnaan program SPPI bagi para peserta muda yang akan ditempatkan di KDKMP dan KNMP.
  • Where?
    Pernyataan resmi disampaikan di Jakarta, sementara pelatihan SPPI berlangsung di berbagai lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia.
  • When?
    Keterangan mengenai penyempurnaan program disampaikan pada Senin, 6 Juli 2026, bersamaan dengan pengumuman langkah evaluasi dan penyesuaian metode pelatihan oleh pemerintah.
  • Why?
    Penyempurnaan dilakukan untuk memastikan pelatihan lebih efektif, ramah terhadap kondisi fisik dan mental peserta, serta menghasilkan sumber daya manusia profesional, berintegritas, dan siap mendukung program prioritas pemerintah.
  • How?
    Pemerintah mengganti pendekatan latihan dasar kemiliteran menjadi pelatihan bela negara dan manajerial yang lebih humanis, dengan fokus pada keselamatan, kesehatan, kesejahteraan, serta pendampingan berkelanjutan bagi peserta SPPI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah mau bikin latihan untuk anak muda jadi lebih baik dan lembut. Latihannya buat anak-anak pintar yang kerja di koperasi desa dan kampung nelayan. Mereka belajar jadi pemimpin, disiplin, dan cinta negara. Sekarang caranya dibuat lebih aman dan nyaman supaya mereka sehat dan semangat bantu bangun Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penyempurnaan pelatihan SPPI menunjukkan komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang profesional sekaligus berkarakter kuat. Dengan pendekatan yang lebih humanis dan menempatkan keselamatan serta kesejahteraan peserta sebagai prioritas, program ini mencerminkan perhatian terhadap kualitas pembelajaran tanpa mengabaikan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah akan menyempurnakan program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Penyempurnaan ini tidak akan mengurangi kualitas para SPPI ditempatkan sebagai pengelola dan manajer di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Esensi penting seperti pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan rasa cinta Tanah Air, tetap dipertahankan. Namun, metode pelaksanaannya disesuaikan agar lebih efektif dan ramah terhadap kondisi fisik serta mental para peserta.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, mengatakan, langkah penyempurnaan ini diambil untuk memastikan program semakin tepat sasaran.

“Kami ingin mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga siap menyongsong program-program prioritas pemerintah dengan penuh rasa percaya diri,” kata Qodari dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2026)

1. Pelatihan lebih humanis

Kegiatan pemberian materi di dalam kelas bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskesad, Kramat Jati, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)

Pemerintah optimistis, perubahan ini akan membawa angin segar. Dengan metode yang lebih humanis, Qodari yakin kepercayaan masyarakat akan semakin kuat.

“Kami akan melihat lahirnya generasi penggerak yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan semangat bela negara,” kata dia.

2. Peserta SPPI adalah anak muda pilihan

Kegiatan pemberian materi di dalam kelas bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskesad, Kramat Jati, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)

Qodari mengatakan, pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mendampingi, melindungi, dan mengantarkan para peserta SPPI tersebut.

"Pemerintah meyakini para peserta SPPI adalah anak muda pilihan yang melangkah maju dengan satu niat mulia, yaitu mengabdi kepada negara dan membangun masa depan yang lebih baik melalui KDKMP dan KNMP," kata dia.

3. Pelatihan diubah bela negara dan manajerial

Pembukaan pendidikan bagi siswa Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di Pusdikes Puskesad, Kramat Jati. (www.instagram.com/@puskesad)

Pemerintah pun menempatkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan para peserta sebagai prioritas utama. Menurut Qodari, tidak ada satu pun tujuan program pemerintah yang lebih penting daripada memastikan para peserta belajar dan berlatih dengan aman, nyaman, dan optimal.

“Pemerintah tidak menutup mata. Pemerintah menerima setiap saran dari masyarakat sebagai wujud kepedulian bersama,” kata dia.

Pemerintah telah mengevaluasi secara menyeluruh dan memutuskan untuk menyempurnakan konsep pelatihan ini. Jika sebelumnya pelatihan ini berbasis latihan dasar kemiliteran dan manajerial yang cukup padat, kini diubah menjadi pelatihan bela negara dan manajerial.

Curated For You

Editorial Team

Related Article