Jakarta, IDN Times - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyiapkan skenario alternatif atau darurat, untuk melindungi jemaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi, imbas eskalasi konflik di Timur Tengah.
Diketahui, pada Rabu, 4 Maret 2026, Kemenko PMK menggelar Rapat Koordinasi Lintas Kementerian dan Lembaga secara hybrid untuk membahas kebijakan haji dan umrah di tengah situasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel itu. Dalam rapat tersebut, disepakati perlunya skenario alternatif guna menghadapi kemungkinan terburuk di lapangan.
Beberapa langkah yang telah disiapkan antara lain penundaan keberangkatan, penjadwalan ulang perjalanan, serta penyesuaian rute transit penerbangan. Jika situasi terus memburuk, pemerintah juga telah merancang rencana evakuasi untuk jemaah terdampak.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan skema perlindungan bagi jemaah yang perjalanannya terpaksa dibatalkan atau ditunda.
“Pemerintah hadir untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia. Setiap kebijakan akan diambil secara terukur berdasarkan perkembangan situasi dan koordinasi lintas kementerian/lembaga,” kata Deputi Bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, dikutip dalam keterangan pers, Kamis (5/3/2026).
