Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemilihan Rektor UINSA Ditolak Mahasiswa, Menag Dalami Dugaan Penyimpangan

3 min read
Pemilihan Rektor UINSA Ditolak Mahasiswa, Menag Dalami Dugaan Penyimpangan
Rapat kerja Menag Nasaruddin Umar dan Komisi VIII DPR terkait polemik rektor UINSA. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Nasaruddin Umar mengaku kaget penolakan mahasiswa terhadap pengangkatan Prof. Akhmad Muzakki sebagai Rektor UINSA.

  • Menag menyatakan akan mencermati dugaan penyimpangan dalam proses pemilihan rektor UINSA.

  • Ratusan mahasiswa UINSA menggelar aksi dan menuntut Prof. Akhmad Muzakki mundur dari jabatan rektor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar mengaku kaget pengangkatan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya Prof. Akhmad Muzakki berujung penolakan dari mahasiswanya. Kejadian ini baru pertama kali muncul di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di bawah Kementerian Agama.

Menag menyampaikan, proses pemilihan Rektor UINSA turut menggunakan mekanisme yang sama seperti tradisi yang telah berlangsung lama di Kemenag.

"Khusus untuk Surabaya, ini terus terang saya juga kaget ya, karena mesin yang sama, peraturan perundang-undangan yang sama kita lakukan, tapi reaksi yang dimunculkan berbeda," kata Menag dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

  1. 1. Klaim proses pemilihan rektor PTKN berjalan demokratis

    Prof. Akhmad Muzakki
    Rapat kerja Menag Nasaruddin Umar dan Komisi VIII DPR terkait polemik rektor UINSA. (IDN Times/Amir Faisol).

    Menag mengklaim, proses seleksi rektor di PTKN Kemenag telah berjalan baik dan patut menjadi contoh di kalangan kampus negeri.

    "Karena 74 PTKN kita lahirkan dalam produk perundang-undangan yang sama. Ya, 58 di antaranya PTKI, tidak ada satu pun terjadi hal-hal yang seperti dialami oleh rekan-rekan kita di Surabaya," kata Nasaruddin.

    Menurut Menag, mekanisme pemilihan rektor untuk PTKN Kemenag telah menjadi contoh bagi Kemendikti Saintek. Menurut dia, selama ini tidak pernah ada polemik seperti yang terjadi UINSA. Ia menjamin proses pemilihan rektor PTKN sangat demokratis dan berjalan mulus.

    "Selain sangat demokratis, juga terbukti di lapangan pergantian demi pergantian rektor itu berlangsung secara mulus tanpa ada gejolak apa pun. Ya ada dinamika, tetapi setelah pelantikan maka terjadi reunifikasi dari berbagai macam komponen yang ada," kata Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

  2. 2. Menag akan dalami dugaan penyimpangan

    Prof. Akhmad Muzakki
    Menag Nasaruddin Umar dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

    Menag mengatakan akan mendalami secara serius apakah ada penyimpangan yang terjadi dalam proses pemilihan Rektor UINSA. Sebab, ia mengatakan, Kemenag telah menetapkan standar tinggi dalam proses pemilihan rektor PTKN dan PTKI.

    "Nah, tentu memang ada hal-hal yang perlu saya secara pribadi harus cermati apa sesungguhnya terjadi di Surabaya ini. Nah, tentu saya harus mulai melihat dari segi peraturan, ada gak penyimpangan dari peraturan yang kita lakukan?" kata dia.

    Menag juga memastikan pemilihan rektor PTKN dan PTKI tidak dilakukan secara kebetulan, karena setiap calon harus mengikuti proses penjaringan terlebih dahulu.

    "Kita standarnya, mohon maaf perlu saya jelaskan bahwa sebelumnya itu kita ada jauh-jauh sebelumnya, beberapa bulan sebelumnya itu ada penjaringan bakal calon. Bukan tiba-tiba. Jadi ada masa persiapan untuk berkonsolidasi para kandidat itu untuk mencalonkan diri sebagai calon rektor," kata dia.

  3. 3. Mahasiswa UINSA minta rektornya mundur

    Prof. Akhmad Muzakki
    Kampus UINSA disegel mahasiswa. (IDN Times/Khusnul Hasana)

    Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) kembali membara pada Kamis, 17 September 2026. Ratusan mahasiswa kembali menggelar aksi menuntut Rektor Prof Akhmad Muzakki yang baru dilantik agar mundur.

    Aksi tersebut buntut pelantikan Muzakki sebagai Rektor UINSA periode 2026-2030. Ratusan mahasiswa turun ke kampus sejak Rabu, 16 September 2026, sehari setelah Muzakki dilantik Menteri Agama di Jakarta.

    Selain melakukan aksi, pihaknya juga berencana menemui Komisi VIII DPR RI. Ia berharap agar Komisi VIII menjembatani mahasiswa UINSA untuk bertemu dengan Kementerian Agama (Agama). Sebab, Muzakki kembali menjadi Rektor atas keputusan Kemenag.

    "Kami akan meminta kepada DPR RI Komisi 8 ya, untuk menjembatani kami mengadakan Rapat Dengar Pendapat. Karena Kemenag sudah tidak kompeten, sudah tidak menjalankan tugasnya secara maksimal atau totalitas untuk keputusan yang ini," terang dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More