Presiden Prabowo Subianto ketika bertemu Presiden Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia pada September 2026. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Sementara, Peneliti PVRI Alva Maldini menilai perlakuan terhadap ilmuwan dan masyarakat sipil ikut memengaruhi citra Indonesia.
“Citra suatu negara tergantung pada bagaimana seorang pemimpin menampilkan diri di depan publik," katanya.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal pakar disampaikan saat menghadiri peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo berbicara mengenai keinginannya melihat Indonesia sejahtera, termasuk tidak adanya rakyat yang kelaparan, serta anak-anak yang mengalami stunting dan kekurangan gizi.
Selain itu, dia menyinggung sejumlah pakar yang menurutnya menyampaikan kritik berupa fitnah. Dia juga menyebut seorang cendekiawan harus memiliki kejujuran intelektual ketika menggunakan kepakarannya.
“Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pintarnya jadi goblok," kata Prabowo.