Penjara Penuh, Prabowo Minta Pengguna Narkoba Direhabilitasi-Dididik

- Presiden Prabowo meminta pengguna narkoba di lapas direhabilitasi untuk membantu mengatasi kelebihan kapasitas penjara, dengan kebijakan disiapkan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
- BRIN mengkaji alat deteksi berbiaya terjangkau untuk pusat rehabilitasi, sekaligus mendukung peningkatan kualitas, jumlah pusat, serta metode penanganan bagi pasien.
- Kemendiktisaintek menyusun kurikulum rehabilitasi bersama rumah sakit dan perguruan tinggi agar pengguna, terutama remaja, dapat pulih dan kembali produktif.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meminta pengguna narkoba untuk direhabilitasi. Sehingga, hal itu bisa mengurangi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang kini sudah melebihi kapasitas. Hal itu disampaikan Menteri Hukum (Menkum, Supratman Andi Agtas, usai rapat bersama Presiden Prabowo.
"Menyangkut soal khusus kepada saya, diminta untuk berkoordinasi dengan beberapa kementerian/lembaga, termasuk Pak Kepala BNN, kemudian Kepala BRIN dan juga Pak Menko, untuk memikirkan terkait dengan rehabilitasi, terutama menyangkut soal pengguna dan pemakai narkoba di dalam Lapas, di mana yang saat ini sudah over kapasitas," ujar Supratman dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Supratman mengatakan, pemerintah akan menggelar rapat lintas kementerian dan lembaga untuk membahas arahan Presiden Prabowo tersebut.
"Nanti dalam waktu dekat, kami akan mengadakan rapat bersama dan merumuskan kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah," kata dia.
1. BRIN kaji alat deteksi terjangkau

Presiden Prabowo Subianto rapat terbatas (ratas) rehabilitasi dan edukasi pengguna narkoba (dok. Sekretariat Presiden) Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengatakan lembaganya juga sedang mengkaji alat deteksi terjangkau yang akan ditempatkan di pusat rehabilitasi. Menurutnya, alat tersebut nantinya bisa menganalisis metode apa saja yang pas kepada pasien yang sedang direhabilitasi.
“Kita juga mau meningkatkan kualitas dan memperbanyak pusat-pusat rehabilitasi. Bagaimana metodenya dan sebagainya, dan BRIN diminta untuk memberikan kontribusi berkaitan dengan itu. Kemudian yang kedua, kita juga diminta untuk melakukan kajian berkaitan dengan alat-alat deteksi yang murah ya yang kemudian bisa digunakan untuk melakukan pencegahan,” kata Arif.
2. Ada metode pendidikan

Presiden Prabowo Subianto rapat terbatas (ratas) rehabilitasi dan edukasi pengguna narkoba (dok. Sekretariat Presiden) Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menjelaskan lembaganya menyiapkan metode pendidikan dan kurikulum. Sehingga, pengguna narkoba yang direhabilitasi bisa berubah.
“Bapak Presiden mengarahkan bagaimana model kurikulum, pendidikan yang ada sehingga itu akhirnya bisa betul-betul merubah ya,” ucap Brian.
3. Kemendikti kerja sama dengan rumah sakit dan perguruan tinggi

Presiden Prabowo Subianto rapat terbatas (ratas) rehabilitasi dan edukasi pengguna narkoba (dok. Sekretariat Presiden) Untuk merumuskan metode tersebut, kata Brian, Kemendiktisaintek bekerja sama dengan rumah sakit dan perguruan tinggi. Salah satunya, bersama dengan RSCM dan peneliti dari Universitas Indonesia (UI).
“Nah itu semuanya akan kita gunakan, kita akan rumuskan, formulasikan praktik-praktik baik yang sudah dikembangkan oleh kampus ya, perguruan tinggi, sehingga nantinya proses rehabilitasi pengguna narkoba, apalagi terutama yang remaja-remaja, anak-anak muda, itu dipastikan betul-betul bisa menyelesaikan permasalahan mereka,” ujar dia.
Presiden Prabowo juga memberikan arahan agar bisa melihat teknologi yang sudah digunakan negara lain dalam menyembuhkan para pengguna narkoba.
“Tadi Bapak Presiden juga memberikan petunjuk, ada bagaimana best practice di beberapa negara lain gitu ya, pendidikan itu betul-betul model pendidikan dan model rehabilitasi yang memanfaatkan kemajuan-kemajuan teknologi, itu sudah bisa dilakukan ya, sehingga nantinya betul-betul permasalahan ini bisa diselesaikan,” ucap dia.
Tujuan utama, pemerintah ingin para pengguna narkoba yang sudah selesai direhabilitasi dan sembuh, bisa kembali produktif dan menjalani kehidupan normal.
“Jadi tidak hanya sembuh tetapi juga kemudian produktif. Jadi yang kita akan susun bersama, tadi bersama-sama nanti perguruan tinggi yang memang memiliki fakultas kedokteran, fakultas psikologis yang sudah banyak terlibat dalam proses rehabilitasi para pengguna atau pecandu narkoba,” imbuhnya.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)

















