Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tanam 1.000 Pohon, Pertamina Perkuat Program Lingkungan Berkelanjutan

Tanam 1.000 Pohon, Pertamina Perkuat Program Lingkungan Berkelanjutan
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Pertamina (Persero) memulai rangkaian aktivasi program lingkungan melalui penanaman 1.000 bibit pohon serta penguatan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di TPS3R di Desa Guwosari, Kapanewon Pajangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (5/6/2026). (Dok. Pertamina)
Intinya Sih
5W1H
  • Pertamina menanam 1.000 pohon dan memperkuat pengelolaan sampah di TPS3R Guwosari sebagai bagian dari komitmen mitigasi perubahan iklim pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
  • Inisiatif di TPS3R Guwosari membantu 1.500 KK melalui pengelolaan sampah terpadu, menciptakan lapangan kerja, serta mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi seperti biochar dan furnitur plastik.
  • Hingga 2026, Pertamina telah menjalankan 151 program lingkungan yang mengolah lebih dari 951 ribu ton sampah per tahun dan mendorong inovasi ramah lingkungan dalam operasional perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Pertamina (Persero) memulai rangkaian aktivasi program lingkungan melalui penanaman 1.000 bibit pohon serta penguatan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di TPS3R di Desa Guwosari, Kapanewon Pajangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (5/6/2026).

Kegiatan Kick Off yang juga diikuti dengan penanaman pohon serentak di lingkungan Pertamina Group, yakni di sekitar wilayah operasi Kilang Plaju, Elnusa dan unit operasi lainnya. 

1. Bagian dari komitmen Pertamina dalam mitigasi perubahan iklim

1000854623.jpg
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Pertamina (Persero) memulai rangkaian aktivasi program lingkungan melalui penanaman 1.000 bibit pohon serta penguatan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di TPS3R di Desa Guwosari, Kapanewon Pajangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (5/6/2026). (Dok. Pertamina)

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, yang memimpin peringatan Hari Lingkungan Hidup di Yogyakarta mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pertamina dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus menjawab tantangan pengelolaan sampah yang masih menjadi isu utama lingkungan di Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup, yakni "Saatnya Bekerja untuk Iklim".

Selain penanaman pohon, Pertamina juga menyerahkan bantuan Program Go-Sari Edupark senilai Rp150 juta. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan aplikasi pengumpulan sampah Go-Sari, inovasi biochar, budidaya ayam petelur, serta program Rewulu Reborn yang mengolah limbah segel mobil tangki menjadi produk bernilai ekonomi.

Arya mengatakan bahwa pemilihan TPS3R Guwosari sebagai lokasi kick off bukan tanpa alasan. Lokasi ini merupakan binaan Fuel Terminal Rewulu, wilayah operasi Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, yang menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan akademisi mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan sampah.

"Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum bagi Pertamina untuk terus memperkuat aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Kami memilih TPS3R Guwosari sebagai titik awal karena tempat ini menunjukkan pengelolaan sampah yang terintegrasi dan secara nyata memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat," ujar Arya.

2. Diwujudkan dengan penanaman pohon hingga pengelolaan sampah

1000854626.jpg
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Pertamina (Persero) memulai rangkaian aktivasi program lingkungan melalui penanaman 1.000 bibit pohon serta penguatan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di TPS3R di Desa Guwosari, Kapanewon Pajangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (5/6/2026). (Dok. Pertamina)

Lurah Guwosari Masduki menjelaskan inisiasi pengelolaan sampah terpadu di wilayahnya telah membantu permasalahan sampah bagi 1.500 KK, dan memberikan penghasilan bagi lebih dari 27 warga termasuk lansia yang bekerja di berbagai bidang. Mulai dari pengambilan sampah, pemilahan, pengepresan, pembuatan kompos, pemeliharaan ayam, dll.

"Kami mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah, dimana semakin terpilah dengan baik, maka biaya pengolahan sampahnya akan semakin kecil atau bahkan tidak dipungut biaya, dan dari kegiatan ini pekerja pendukung bisa mendapatkan gaji sekitar 2 sampai 3 juta rupiah," katanya.

Berbagai inisiatif yang dikembangkan di TPS3R Guwosari antara lain pengolahan sampah organik menjadi biochar yang dimanfaatkan sebagai material filter knalpot mobil tangki, pemanfaatan sampah plastik menjadi palet dan furnitur, serta pengolahan limbah segel mobil tangki menjadi berbagai produk kerajinan bernilai guna.

3. Berbagai upaya terus dilakukan Pertamina untuk mengurangi dampak lingkungan

1000854624.jpg
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Pertamina (Persero) memulai rangkaian aktivasi program lingkungan melalui penanaman 1.000 bibit pohon serta penguatan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di TPS3R di Desa Guwosari, Kapanewon Pajangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (5/6/2026). (Dok. Pertamina)

Melalui berbagai inovasi tersebut, diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pertamina juga akan berlanjut pada 10 Juni 2026 melalui program pengelolaan sampah pesisir yang memanfaatkan inovasi kapal pembersih sampah (trash skimmer) hasil kolaborasi Pertamina dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Secara nasional, hingga tahun 2026 Pertamina Group telah menjalankan 151 program lingkungan berbasis pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular. Program-program tersebut berhasil mengolah sekitar 951.023 ton sampah per tahun, memberikan manfaat kepada 68.788 penerima manfaat, serta menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Arya menegaskan bahwa inovasi lingkungan tidak hanya dilakukan melalui program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga diterapkan dalam operasional perusahaan melalui pemanfaatan teknologi dan praktik bisnis yang semakin ramah lingkungan.

"Keberlanjutan menjadi bagian penting dari strategi bisnis Pertamina. Karena itu, berbagai inovasi terus kami dorong, baik di lingkungan masyarakat maupun di dalam proses operasional perusahaan, untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus mendukung target transisi energi dan pembangunan berkelanjutan Indonesia," kata Arya. (WEB)

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ahmad Faisal
EditorAhmad Faisal

Related Articles

See More