Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Dalami Isu Ormas Terlibat Ricuh Demo DPR, Termasuk GRIB Jaya
Konferensi pers di Polda Metro tentang tersangka pelaku kerusuhan pascademo DPR, Jumat (28/8/2026). (IDN Times/Yosafat Diva)
  • Polda Metro Jaya mendalami dugaan keterlibatan ormas dalam kericuhan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI.
  • Polisi belum memastikan ormas tertentu terlibat dan masih memverifikasi fakta sebelum menyampaikan informasi kepada publik.
  • Budi Hermanto mengingatkan unggahan media sosial dapat berupa disinformasi, provokasi, atau hoaks yang tidak sesuai konteks kejadian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamu lebih memilih menunggu verifikasi polisi atau unggahan medsos?
Vote Now
27/8/2026

Kericuhan terjadi saat aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI.

28/8/2026

Budi Hermanto menyatakan Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan keterlibatan ormas dalam kericuhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamu lebih memilih menunggu verifikasi polisi atau unggahan medsos?
Vote Now
  • What?
    Polda Metro Jaya mendalami dugaan keterlibatan ormas dalam kericuhan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI.
  • Who?
    Polda Metro Jaya dan Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto melakukan pendalaman; GRIB Jaya disebut dalam informasi media sosial.
  • Where?
    Kericuhan terjadi di depan dan sekitar Gedung DPR/MPR RI. Budi menyampaikan keterangan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
  • When?
    Kericuhan terjadi Kamis (27/8/2026). Budi memberi keterangan pada Jumat (28/8/2026).
  • Why?
    Polisi membutuhkan verifikasi fakta sebelum memastikan dugaan mobilisasi massa dan keterlibatan kelompok tertentu.
  • How?
    Polda Metro Jaya melakukan pendalaman atas informasi yang beredar, termasuk unggahan media sosial yang dapat berupa disinformasi, provokasi, atau hoaks.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamu lebih memilih menunggu verifikasi polisi atau unggahan medsos?
Vote Now

Polisi Polda Metro Jaya sedang mencari tahu tentang ormas yang mungkin ikut ricuh saat demo di depan Gedung DPR/MPR RI. Pak Budi Hermanto bilang polisi belum tahu pasti. Polisi harus memeriksa fakta dulu. Banyak gambar dan video di media sosial bisa tidak cocok dengan kejadian sebenarnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamu lebih memilih menunggu verifikasi polisi atau unggahan medsos?
Vote Now

Pendalaman yang dilakukan Polda Metro Jaya menunjukkan informasi mengenai dugaan keterlibatan kelompok tertentu tidak langsung dijadikan kesimpulan. Verifikasi fakta sebelum keterangan disampaikan kepada publik juga memberi ruang untuk membedakan informasi yang valid dari unggahan media sosial yang tidak sesuai konteks kejadian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamu lebih memilih menunggu verifikasi polisi atau unggahan medsos?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan keterlibatan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dalam kericuhan yang terjadi saat demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Kamis (27/8/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan keterlibatan ormas tertentu dalam kericuhan tersebut. Polisi masih mendalami dan membutuhkan verifikasi fakta sebelum menyampaikan informasi kepada publik.

"Kalau terkait tentang ormas, kami masih melakukan pendalaman terkait, karena fakta harus terverifikasi. Kami mohon waktu, ya," kata Budi saat menjawab pertanyaan IDN Times dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Budi saat ditanya mengenai informasi di media sosial yang menyebut adanya massa yang turun menggunakan truk, dan diduga merupakan anak buah Hercules dari Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.

Budi menegaskan, polisi tidak ingin terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, banyak unggahan terkait aksi maupun peristiwa di lapangan yang belum tentu menggambarkan kejadian sebenarnya.

Ia mengatakan informasi yang beredar di media sosial dapat berupa disinformasi, provokasi, hingga hoaks. Karena itu, setiap informasi mengenai dugaan mobilisasi massa maupun keterlibatan kelompok tertentu harus terlebih dahulu diverifikasi.

"Teman-teman harus memahami banyak unggahan di media sosial yang disinformasi, provokasi, dan hoaks," ujarnya.

Budi kemudian memberikan sejumlah contoh informasi yang pernah beredar di media sosial, tetapi tidak sesuai dengan konteks waktu kejadian. Salah satunya unggahan yang menampilkan kerumunan masyarakat pada pesta rakyat 17 Agustus, tetapi kemudian diklaim sebagai kondisi terkini pada dini hari.

Menurutnya, terdapat pula video atau foto mobilisasi masyarakat saat arus mudik Lebaran, yang dapat kembali beredar dan dikaitkan dengan peristiwa berbeda.

"Nah, ini harus kita menjelaskan kepada teman-teman, kepada masyarakat, informasi ini harus valid. Makanya saya tadi bilang 'katanya'. Saya tidak mau kalau pertanyaan itu 'katanya'. Karena pertanyaannya salah pasti saya jawab juga ambigu," kata Budi.

Karena itu, Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah benar terdapat ormas tertentu yang terlibat dalam kericuhan aksi di sekitar Gedung DPR/MPR RI.

Polisi meminta masyarakat maupun media memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, terutama informasi yang berkaitan dengan mobilisasi massa dan dugaan keterlibatan kelompok tertentu dalam kericuhan.

Pilih sikapmu terhadap unggahan soal kericuhan demo DPR

Kamu lebih memilih menunggu verifikasi polisi atau unggahan medsos?

See More
Menunggu verifikasi polisi
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Mempercayai unggahan media sosial

Curated For You

Editorial Team

Related Article