Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polda Metro Jaya Minta Maaf Usai Deklarasi Sumpah Pemuda Tuai Kritik
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budhi Hermanto di kantor Polda Metro Jaya. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Polda Metro Jaya meminta maaf atas polemik Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Jakarta, yang memicu kritik publik terhadap penyelenggaraan acara.

  • Polemik muncul setelah peserta beratribut almamater palsu dan dugaan peserta bayaran; seorang peserta mengaku bukan mahasiswa asli serta dibayar menghadiri kegiatan.

  • Polisi menyebut Raffi Ahmad dan Willie Salim hadir atas undangan penyelenggara, serta berjanji menjadikan kritik masyarakat sebagai bahan evaluasi pelayanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
29 Oktober 2026

Polda Metro Jaya menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di depan Pos Polisi Thamrin, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut dihadiri Raffi Ahmad dan Willie Salim serta memicu kritik terkait peserta yang mengatasnamakan mahasiswa.

31 Oktober 2026

Polda Metro Jaya meminta maaf atas polemik deklarasi tersebut. Kepolisian menyatakan akan menjadikan kritik masyarakat sebagai bahan evaluasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Polda Metro Jaya meminta maaf atas polemik Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026, setelah muncul kritik mengenai peserta yang diduga memakai almamater palsu dan peserta bayaran.
  • Who?
    Polda Metro Jaya, Kabid Humas Kombes Pol Bhudi Hermanto, Raffi Ahmad, Willie Salim, serta peserta yang mengaku bukan mahasiswa dan dibayar menghadiri kegiatan terlibat dalam peristiwa ini.
  • Where?
    Deklarasi digelar di depan Pos Polisi Thamrin, Jakarta Pusat. Permohonan maaf disampaikan oleh Polda Metro Jaya.
  • When?
    Kegiatan berlangsung Kamis, 29 Oktober 2026. Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
  • Why?
    Permohonan maaf disampaikan karena kegiatan yang mengatasnamakan mahasiswa memicu beragam tanggapan dan kritik publik, terutama terkait atribut almamater kampus palsu serta dugaan peserta bayaran.
  • How?
    Polda Metro Jaya menyatakan menerima kritik sebagai bahan evaluasi. Polisi juga menyebut Raffi Ahmad dan Willie Salim hadir atas undangan penyelenggara untuk memaknai peringatan Sumpah Pemuda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polisi Polda Metro Jaya minta maaf karena acara Sumpah Pemuda di Jakarta dikritik banyak orang. Ada orang memakai baju kampus palsu dan mengaku mahasiswa, padahal ia dibayar datang. Raffi Ahmad dan Willie Salim datang karena diundang polisi. Sekarang polisi bilang akan mendengar kritik dan memperbaiki diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Permohonan maaf Polda Metro Jaya menunjukkan pengakuan terbuka terhadap keresahan publik dan ruang bagi kritik untuk didengar. Sikap menerima masukan sebagai bahan evaluasi mencerminkan upaya menjaga nilai persatuan yang dikaitkan dengan Sumpah Pemuda, sekaligus memperbaiki pelayanan melalui respons terhadap aspirasi masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf atas polemik Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang digelar di depan Pos Polisi Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan yang turut dihadiri Raffi Ahmad dan Willie Salim itu menuai beragam tanggapan masyarakat, termasuk sorotan terhadap peserta yang mengatasnamakan mahasiswa.

“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto, Sabtu (31/10/2026).

Permohonan maaf tersebut disampaikan Polda Metro Jaya menyusul kegiatan deklarasi yang digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.”

Polemik kegiatan tersebut mencuat setelah adanya peserta deklarasi yang mengenakan atribut almamater kampus palsu dan dugaan peserta bayaran. Akibatnya, publik pun mempertanyakan penyelenggaraan kegiatan yang membawa nama mahasiswa tersebut.

Orang yang mengaku mahasiswa tersebut kemudian mengakui bahwa dirinya bukan mahasiswa asli melainkan dibayar untuk menghadiri acara itu.

Polda Metro Jaya juga memberikan penjelasan mengenai kehadiran Raffi Ahmad dan Willie Salim. Keduanya disebut datang atas undangan kepolisian selaku penyelenggara.

“Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda,” ujar Bhudi.

Polda Metro Jaya menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan akan menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi.

“Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik,” ujar Bhudi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article