Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda, Polda Metro: Raffi Ahmad dan Willie Salim Diundang

2 min read
Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda, Polda Metro: Raffi Ahmad dan Willie Salim Diundang
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto ssbut sebut pemeriksaan ekshumasi ada tiga proses, Rabu (12/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno
  • Polda Metro Jaya menyatakan Raffi Ahmad dan Willie Salim hadir dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI atas undangan penyelenggara.

  • Polda Metro Jaya meminta maaf dan menjadikan kritik publik sebagai evaluasi setelah muncul dugaan peserta bayaran memakai almamater serta pengakuan seorang peserta bukan mahasiswa.

  • Raffi dan Willie mengklarifikasi kehadiran mereka hanya sebagai undangan, bukan perencana acara; polemik juga memicu kritik media sosial dan mundurnya sejumlah pihak dari RANS Carnival.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, kehadiran Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, serta kreator konten, Willie Salim di acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026) atas undangan dari pihaknya sebagai penyelenggara acara.

“Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda,” kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2026).

Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi dalam acara tersebut. Kegiatan itu menuai kritik publik karena adanya dugaan peserta bayaran yang mengenakan almamater. Kepolisian menyebut kritik yang muncul akan menjadi bahan evaluasi.

“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada utk menjadi evaluasi,” ujar Budi.

Deklarasi tersebut digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Kehadiran Raffi dan Willie menjadi perbincangan setelah muncul sorotan terhadap peserta yang mengatasnamakan mahasiswa, termasuk dugaan adanya peserta bayaran yang mengenakan atribut almamater.

Polemik kegiatan tersebut mencuat setelah adanya peserta deklarasi yang mengenakan atribut almamater kampus palsu dan dugaan peserta bayaran. Akibatnya, publik pun mempertanyakan penyelenggaraan kegiatan yang membawa nama mahasiswa tersebut.

Orang yang mengaku mahasiswa tersebut kemudian mengakui bahwa dirinya bukan mahasiswa asli melainkan dibayar untuk menghadiri acara itu.

Hal ini pun menuai tanggapan keras dari figur publik lainnya, termasuk berdampak pada kegiatan bisnis milik Raffi Ahmad, seperti kegiatan RANS Carnival yang sejumlah tenant dan pengisi acaranya mundur.

Menanggapi gelombang kritik dan hujatan yang masif di media sosial, Raffi Ahmad dan Willie Salim akhirnya sama-sama mengunggah klarifikasi melalui akun Instagram pribadi mereka. Keduanya kompak menyatakan bahwa kehadiran mereka di sana murni sebagai pihak yang diundang, tidak ikut merencanakan atau mengatur jalannya acara, serta meminta maaf jika kehadiran mereka menimbulkan polemik atau kekecewaan di tengah masyarakat.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More