Sejumlah area di Taiz memang kerap menjadi target serangan pasukan militer Arab Saudi. Sebab, provinsi itu menjadi salah satu markas Houthi. Sejumlah wilayah di sana juga dikuasai oleh milisi yang sudah masuk daftar organisasi teroris tersebut.
Arab Saudi Serang Komplek Perumahan di Yaman, 12 Orang Tewas

- Houthi menyatakan serangan militer Arab Saudi terhadap rumah dua keluarga di Al-Barah, Distrik Maqbana, Taiz, menewaskan 12 warga dan melukai tiga orang.
- Setelah serangan di Taiz, Houthi mengklaim membalas dengan menargetkan kilang minyak, fasilitas Aramco, serta bandara di sejumlah kota Arab Saudi.
- Konflik Houthi dan Arab Saudi yang berlangsung sejak Juli telah menewaskan lebih dari 1.600 warga sipil Yaman dan memaksa 275 ribu orang mengungsi.
Jakarta, IDN Times - Arab Saudi dikabarkan telah menyerang komplek perumahan di Provinsi Taiz, Yaman, hingga menewaskan 12 orang, sedangkan 3 lainnya terluka. Kabar itu disampaikan oleh Houthi pada Kamis (29/10/2026) kemarin.
1. Militer Arab Saudi menyerang rumah milik dua keluarga

potret rumah yang rusak (unsplash.com/Roger Starnes Sr) Houthi menambahkan, militer Arab Saudi menggempur rumah milik dua keluarganya yang ada di Al-Barah, salah satu wilayah yang ada di Distrik Maqbana di Taiz. Rumah tersebut merupakan milik keluarga Ibrahim Saeed Mohammed Ahmed Al-Qouz dan Al-Raabi Saeed Mohammed Ahmed Al-Qouz.
"Sebagai laporan awal, 12 warga tewas dan 3 lainnya luka parah ketika musuh Saudi menargetkan rumah keluarga Ibrahim Saeed Mohammed Ahmed Al-Qouz dan Al-Raabi Saeed Mohammed Ahmed Al-Qouz di Al-Barah, Distrik Maqbana," kata Kementerian Kesehatan Houthi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Saba.
2. Houthi juga menyerang Arab Saudi setelah serangan di Taiz

Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, sedang berpidato di atas mimbar. (commons.wikimedia.org/Wasfi Akab) Sebagai balasan, Houthi lantas menyerang sejumlah target yang ada di Arab Saudi. Dilansir Jerusalem Post, Houthi mengklaim telah meluncurkan serangan ke kilang minyak Ras Tanura, kilang minyak Tabrigh, fasilitas minyak milik Aramco di Kota Abqaiq, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam.
Sebelum ini, Houthi juga sudah melakukan serangan ke kilang minyak Ras Tanura. Serangan itu terjadi pada Selasa (27/10/2026) kemarin. Ketika itu, Houthi juga mengklaim telah menyerang gedung Kementerian Pertahanan Arab Saudi yang ada di Riyadh. Namun, tidak ada laporan korban jiwa dalam serangan tersebut.
3. Ribuan warga Yaman tewas akibat perang antara Houthi dan Arab Saudi

ilustrasi korban tewas (pexels.com/Mario Wallner) Hingga saat ini, perang antara Houthi dan Arab Saudi masih berlangsung. Sejauh ini, perang yang sudah terjadi sejak Juli lalu itu sudah menewaskan lebih dari 1.600 warga sipil di Yaman. Sebab, meski ditujukan ke pasukan Houthi, serangan Arab Saudi ke Yaman juga berdampak ke warga setempat yang tinggal di negara tersebut.
Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut 275 ribu warga Yaman kini juga terpaksa mengungsi untuk mencari tempat aman dari konflik antara Houthi dan Arab Saudi. Sebagian ada yang mengungsi di dalam negeri, sedangkan sebagian lainnya mengungsi di luar negeri, termasuk di Djibouti. Per 17 Oktober lalu, sudah ada 3,386 warga Yaman yang mengungsi ke negara tersebut.




















