Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menemui Kapolri Listyo Sigit terkait pengamanan Piala Dunia U-17 2023 Indonesia, Selasa (19/9/2023). (IDN Times/Tino Satrio)

Jakarta, IDN Times - Polri mengklarifikasi pidato yang diduga tidak netral dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit soal estafet kepemimpinan nasional yang berkelanjutan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan maksud Listyo adalah estafet kepemimpinan dari Presiden pertama Soekarno hingga kini Joko “Jokowi” Widodo. 

Pernyataan itu diucapkan Listyo saat menghadiri perayaan dan ibadah Natal Mabes Polri Tahun 2023 di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan.

"Yang dimaksudkan adalah keberlanjutan dari sejak Presiden pertama Ir. Soekarno sampai Presiden ketujuh Ir. Joko Widodo untuk mewujudkan pembangunan di Indonesia yang selalu berkelanjutan dari satu pemimpin ke pemimpin lain,” kata dia, dikutip Sabtu (13/1/2024).

1. Sampaikan pesan soal upaya cooling system

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko (Dok. Humas Polri)

Menurut Trunoyudo, kala itu Kapolri menyampaikan pesan persatuan dan kesatuan dalam keberagaman, serta upaya cooling system di Pemilu 2024 nanti,

Dia mengungkap, estafet kepemimpinan harus dilanjutkan oleh pemimpin baru dan apapun program yang dibawa nanti.

2. Arahan komitmen selenggarakan pemilu damai

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berikan apresiasi kepada Purnawirawan Jenderal kepada generasi penerus. (dok. Humas Polri)

Listyo Sigit juga disebut telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk berkomitmen bersikap netral sebagaimana amanah pada UU No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia pada Pasal 28 Ayat 1 dan Ayat 2.

“Tentunya, Polri komitmen dalam keamanan penyelenggaraan Pemilu 2024 ini sehingga mewujudkan pemilu yang aman dan damai tentu juga dalam rangka persatuan dan kesatuan bangsa," kata Trunoyudo.

3. Sebut pemilu penting

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Pernyataan Listyo menyinggung soal estafet kepemimpinan itu terlontar saat agenda Perayaan Natal Polri, Kamis 11 Januari 2024. Menurut dia Pemilu adalah tahapan yang penting saat masyarakat memilih pemimpin selanjutnya setelah Presiden Jokowi. 

"Saya rasa ini adalah pemilu yang sangat penting, karena akan melihat nasib bangsa ke depannya. Di sini, rakyat kita akan memilih calon pemimpin nasional yang akan melanjutkan nahkoda kepemimpinan nasional sebagai presiden dan ini tentunya menjadi sesuatu yang sangat penting baik dari proses tahapannya yang berjalan lancar dan pascanya," kata Sigit dalam pidatonya kala itu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article