PPK Kemayoran Uji Coba Shuttle Bus Gratis, Ini Jadwal dan Rutenya

PPK Kemayoran menguji coba KEMON, shuttle bus gratis untuk pekerja, penghuni, masyarakat, dan pengunjung di kawasan Kemayoran.
Layanan beroperasi pukul 05.30 hingga 22.00 WIB dengan dua rute utama, Loop Utara dan Loop Selatan.
Shuttle bus disiapkan sebagai alternatif kendaraan pribadi, dengan halte pendukung dan rencana penggunaan bus listrik medium.
Jakarta, IDN Times - Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) mulai menguji coba layanan shuttle bus kawasan bernama KEMON. Bus tersebut disiapkan untuk melayani mobilitas masyarakat di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Layanan tersebut ditujukan bagi pekerja, penghuni, masyarakat, dan pengunjung yang beraktivitas di kawasan tersebut. Rutenya menghubungkan sejumlah area hunian, komersial, perkantoran, serta fasilitas publik di Komplek Kemayoran.
Uji coba operasional dihadiri Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama, Dewan Pengawas, dan sejumlah pemangku kepentingan PPK Kemayoran. Menurutnya, layanan tersebut juga membuat mobilitas dan akses menuju sejumlah titik di kawasan lebih mudah.
"Dengan dioperasikannya Bus Kemon ini maka konektivitas, mobilitas dan akesisbilitas di Kemayoran ini akan lebih mudah dijangkau secara gratis sehingga semua fasilitas di Komplek kemayoran dapat diakses lebih mudah" kata Setya dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).
1. Shuttle gratis beroperasi mulai pukul 05.30

Ilustrasi bus. (IDN Times) Masyarakat dapat menggunakan layanan shuttle tanpa dipungut biaya. Berdasarkan rencana operasional, bus akan berjalan mulai pukul 05.30 hingga 22.00 WIB. Jarak kedatangan antarbus di halte atau titik pemberhentian yang sama direncanakan mencapai 20 menit.
Direktur Utama PPK Kemayoran Teddy Robinson Siahaan mengatakan layanan tersebut disiapkan untuk menghubungkan berbagai titik aktivitas di kawasan Kemayoran. Dia mengatakan pengembangan shuttle bus menjadi bagian dari pengelolaan transportasi internal kawasan. Layanan tersebut diharapkan memudahkan masyarakat berpindah dari satu titik ke titik lain.
"Shuttle bus ini bukan hanya tentang menyediakan sarana transportasi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya kami membangun konektivitas yang lebih baik di Komplek Kemayoran. Kami ingin masyarakat dapat bergerak dari satu titik ke titik lainnya dengan lebih mudah, nyaman, dan terintegrasi," ujar Teddy.
2. Punya dua rute utama

Ilustrasi bus dan kendaraan roda empat di jalan. (IDN Times/Aditya Pratama) Dalam rencana operasionalnya, layanan shuttle memiliki dua rute, yakni Loop Utara dan Loop Selatan. Masing-masing rute akan dilayani dua armada bus.
Rute Loop Utara melintasi JIExpo, Benyamin Sueb, Wisma Atlet Pademangan, Rusunami Bandar Kemayoran, Rajawali, Pasar Mobil Kemayoran, Gandhi Memorial Intercontinental School (GMIS), Damar, Trembesi, Kemayoran Indah Golf, The Linq, dan Citra Tower sebelum kembali ke kawasan Benyamin Sueb.
Sementara itu, rute Loop Selatan mencakup JIExpo, Benyamin Sueb, Landas Pacu, Masjid Jami Al Badariah Kemayoran, Wisma Atlet Kemayoran, Convair, Apron, Grand Palace, Polres Metro Jakarta Pusat, Transjakarta Kemayoran, Angkasa, Rendani, Taman Silangit, Selaparang, Mahatma Gandhi School, Kejaksaan Jakarta Pusat, HBR Motik, dan Benyamin Sueb.
PPK Kemayoran juga menyiapkan halte dan titik pemberhentian untuk mendukung operasional layanan tersebut. Fasilitasnya mencakup halte yang direvitalisasi, halte baru, serta rambu bus stop.
Untuk tahap awal, layanan menggunakan bus diesel sebagai armada sementara. Selanjutnya, PPK Kemayoran berencana menggunakan bus listrik medium dengan konsep low entry atau low deck. Armada tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas aksesibilitas, seperti ramp untuk pengguna kursi roda, pintu otomatis, dan perangkat penghitung jumlah penumpang.
3. Jadi alternatif transportasi di dalam kawasan

Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat. (IDN Times/Fitang Budhi Adhitia) Pengembangan shuttle bus dilakukan seiring meningkatnya aktivitas hunian, komersial, perkantoran, dan fasilitas publik di Komplek Kemayoran. Layanan tersebut juga diarahkan sebagai alternatif penggunaan kendaraan pribadi untuk mobilitas di dalam kawasan.
Teddy mengatakan masyarakat yang beraktivitas di Komplek Kemayoran dapat memanfaatkan layanan tersebut. Dia menyebut uji coba tersebut menjadi tahap awal pengembangan layanan sesuai kebutuhan mobilitas di kawasan.
"Soft launching ini menjadi awal dari proses pengembangan layanan yang akan terus kami kembangkan agar benar-benar memberikan kebermanfaatan bagi kebutuhan mobilitas masyarakat di komplek Kemayoran," katanya.
PPK Kemayoran merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Sekretariat Negara yang mengelola kawasan Kemayoran seluas 450 hektare. Kawasan tersebut terbagi dalam empat blok, yakni Blok A untuk hunian, Blok B untuk perkantoran, Blok C untuk niaga, dan Blok D untuk ruang hijau. PPK Kemayoran juga menangani aspek keamanan, penerangan, penghijauan, dan kebersihan kawasan.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






.jpg)













