Jakarta, IDN Times - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah membantu renovasi 83.907 rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) hingga 30 Juni 2026. Namun, ia menilai jumlah tersebut masih jauh dari sasaran yang ingin dicapai pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Ia meminta pemerintah terus bekerja keras untuk memperluas cakupan bantuan renovasi rumah bagi masyarakat.
“2026 sampai 30 Juni pemerintah telah menyalurkan bantuan stimulan perumahan swadaya, bantuan renovasi rumah bagi 83.907 rumah. Ini masih jauh dari sasaran kita. Kita harus bekerja keras untuk tambah,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan rumah bukan sekadar bangunan, tetapi memiliki fungsi penting bagi kehidupan keluarga. Rumah menjadi tempat keluarga berlindung, anak belajar, sekaligus tempat keluarga bertumbuh.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut memperkenalkan Telma Humena dari Manado yang menjadi salah satu penerima manfaat BSPS. Ia menyebut rumah Telma sebelumnya memiliki fondasi yang rapuh, sementara bagian dinding, lantai, dan atap mengalami kerusakan.
Melalui BSPS, keluarga Telma mendapat bantuan untuk memperbaiki kondisi rumah tersebut. Prabowo pun mengatakan pemerintah akan mencari langkah-langkah untuk menambah jumlah rumah yang dapat diperbaiki melalui program bantuan perumahan.
Pemerintah, lanjut Prabowo, masih memiliki pekerjaan besar untuk memastikan semakin banyak masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman.
