Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pramono: 109 Tiang Monorel Rasuna Said Selesai Dipotong
Potret Pramono saat mengangkat tiang monorel pertama yang berhasil dibongkar (IDN Times/Anggia Leksa)

  • Seluruh 109 tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, resmi dibongkar setelah hampir dua dekade mangkrak, menandai berakhirnya proyek Jakarta Monorel yang tak pernah terealisasi.
  • Pemprov DKI Jakarta akan memanfaatkan bekas trase monorel untuk membangun pedestrian, memperbaiki selokan, dan menambah taman kota agar kawasan Rasuna Said lebih tertata dan ramah pejalan kaki.
  • Gubernur Pramono Anung menargetkan penataan selesai pada 22 Juni 2026 bertepatan dengan HUT ke-499 Jakarta, sementara area Senayan masih dikaji untuk pembongkaran lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Setelah hampir dua dekade berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, seluruh tiang proyek mangkrak Jakarta Monorel akhirnya resmi dibongkar.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan, sebanyak 109 tiang monorel di koridor Rasuna Said telah dipotong dan dirapikan.

"Saya bersyukur, mengucapkan terima kasih kepada Bina Marga (Dinas Bina Marga) bahwa monorel yang berjumlah 109, sekarang ini per hari Sabtu, 21 Februari kemarin semuanya sudah terpotong dan dirapikan," ucap Pramono di Balai Kota, Selasa (24/2/2026).

1. Pramono akan mulai pengerjaan pedestrian

Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi pembongkaran proyek monorel (IDN Times/Jakarta)

Usai pembongkaran tiang monorel, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan langsung memulai pembangunan lanjutan di bekas trase tersebut.

Penataan meliputi pembangunan pedestrian, perbaikan selokan, hingga penambahan taman kota. Kawasan Rasuna Said ditargetkan tampil lebih tertata dan ramah pejalan kaki.

“Kita akan memulai pembangunan pedestrian, selokan, taman, dan sebagainya. Mudah-mudahan bulan Juni sudah bisa diselesaikan,” ujarnya.

2. Target rampung 22 Juni

Monorel terbengkalai di Jalan Rasuna Said. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pramono menargetkan seluruh penataan Jalan HR Rasuna Said rampung pada 22 Juni 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-499 Kota Jakarta.

“Mudah-mudahan tanggal 22 Juni itu sudah selesai semuanya. Wajah Rasuna Said sudah berbeda,” katanya.

Adapun tiang monorel yang masih berdiri di kawasan Senayan belum masuk tahap pembongkaran. Pemprov DKI masih akan mengkaji langkah lanjutan untuk wilayah tersebut.

3. Sutiyoso dampingi Pramono saat groundbreaking pembongkaran tiang monorel

Pramono Anung menghadiri groundbreaking pembongkaran tiang monorel (IDN Times/Anggia Leksa)

Pembongkaran tiang monorel dimulai melalui seremoni groundbreaking pada Rabu (14/1/2026). Prosesi berlangsung pukul 09.18 WIB di depan Stasiun LRT Setiabudi.

Pramono memimpin langsung pemotongan dua tiang pertama. Ia didampingi mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta Dr. Patris Yusrian Jaya, serta Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK Brigjen Pol. Bachtiar Ujang Purnama.

“Saya hari ini bersama dengan Bang Yos, Bapak Sutiyoso, bersama Bapak Wakil Gubernur, Bapak Kajati, dan juga perwakilan dari KPK, Pak Bactiar melakukan penataan Jalan Rasuna Said yang dimulai dengan memotong tiang monorel yang sudah berusia 21, bahkan hampir 22 tahun,” ujar Pramono saat memulai pembongkaran.

Tiang-tiang yang kerap disebut publik bak “nisan” itu akhirnya hilang dari lanskap Jalan Rasuna Said. Pembongkaran ini sekaligus menutup kisah panjang proyek Jakarta Monorail, program transportasi massal yang digagas sejak awal 2000-an namun tak pernah terealisasi.

Editorial Team