Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Profil Saiful Mujani, Ilmuwan Politik Indonesia dan Pendiri SMRC
Saiful Mujani dalam program Bedah Politik bersama Saiful Mujani episode ‘Pemilih Nasdem Dukung Anies atau Ganjar?’ pada Sabtu (18/6/2022). (YouTube/SMRC TV).
  • Saiful Mujani dikenal sebagai ilmuwan politik Indonesia dengan kontribusi besar dalam studi demokrasi dan partisipasi politik umat Islam, serta menjadi figur penting riset politik berbasis data.
  • Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan Ohio State University ini meraih gelar Ph.D bidang ilmu politik, dengan disertasi terbaik tentang budaya demokrasi dan partisipasi Muslim pasca-Suharto.
  • Pendiri SMRC ini aktif di dunia survei, media, dan akademik; pernah memimpin LSI, mendirikan PPIM serta jurnal ilmiah, dan menerima Achmad Bakrie Award atas dedikasinya pada ilmu politik Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nama Saiful Mujani mendapat sorotan publik baru-baru ini setelah pernyataannya viral di jejaring media sosial. Nama Saiful Mujani sendiri sudah tidak asing dalam dunia politik dan akademik di Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai ilmuwan politik yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan studi demokrasi, khususnya terkait partisipasi politik umat Islam di Indonesia.

Dengan rekam jejak akademik dan profesional yang panjang, Saiful menjadi salah satu figur penting dalam riset politik berbasis data di Tanah Air. Berikut profil Saiful Mujani.

1. Profil Saiful Mujani, meraih gelar doktor di Amerika Serikat

Saiful Mujani dalam program Bedah Politik bersama Saiful Mujani episode ‘Pemilih Nasdem Dukung Anies atau Ganjar?’ pada Sabtu (18/6/2022). (YouTube/SMRC TV).

Saiful Mujani lahir pada 8 Agustus 1962. Ia menempuh pendidikan Strata 1 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus pada tahun 1989. Ketertarikannya pada ilmu politik membawanya melanjutkan studi ke Amerika Serikat.

Di Ohio State University, Saiful meraih gelar Master of Arts pada 1998 dan Doctor of Philosophy (Ph.D) pada 2003, keduanya dalam bidang ilmu politik. Disertasinya yang berjudul “Religious Democrats: Democratic Culture and Muslim Political Participation in Post-Suharto Indonesia” bahkan dinobatkan sebagai disertasi terbaik di universitas tersebut pada tahun 2004.

2. Karier akademik dan riset yang konsisten

Pendiri lembaga survei SMRC Saiful Mujani. (Dok Youtube SMRC).

Sekembalinya ke Indonesia, Saiful aktif mengembangkan dunia akademik dan riset. Ia menjadi dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak 1994 dan terus berkontribusi hingga saat ini.

Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM), sebuah lembaga riset yang fokus pada studi Islam dan sosial. Di sana, ia berperan sebagai peneliti senior.

Tak hanya itu, Saiful juga turut mendirikan jurnal internasional Studia Islamika serta Jurnal Ulumul Qur’an, dan aktif sebagai editor di Studia Islamika. Keterlibatannya dalam publikasi ilmiah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tradisi akademik di Indonesia.

3. Peran di dunia survei dan media

SMRC merilis hasil survei elektabilitas paslon Pilkada Makassar di Hotel Aryaduta, Rabu (21/10/2020). IDN Times/Asrhawi Muin

Nama Saiful Mujani juga lekat dengan dunia survei politik. Ia bergabung dengan Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan pernah menjabat sebagai direktur eksekutif pada periode 2005–2007. Hingga kini, ia masih aktif sebagai peneliti di lembaga tersebut.

Pada 2011, Saiful mendirikan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), sebuah lembaga riset dan konsultasi politik yang dikenal luas karena hasil surveinya yang kredibel dan sering menjadi rujukan publik.

Selain itu, ia juga aktif sebagai analis politik di berbagai media, memperkuat perannya sebagai penghubung antara dunia akademik dan publik.

Atas kontribusinya dalam bidang pemikiran sosial, Saiful Mujani dianugerahi Achmad Bakrie Award pada tahun 2017. Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan atas dedikasinya dalam mengembangkan ilmu politik dan demokrasi di Indonesia.

Editorial Team