Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (2/10/2024). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Menurut Junaidin, setiap kali nama Jokowi kembali disebut, masyarakat NTT kembali mengingat berbagai program pembangunan yang dinilai membawa perubahan bagi daerah tersebut.
"Setiap kali nama beliau (Jokowi) kembali disebut, ingatan masyarakat NTT tentang legacy dan jejak pembangunan di NTT pun ikut muncul ke permukaan. Di era Bapak Jokowi, paradigma pembangunan bergeser dari Jawa-sentris menjadi Indonesia-sentris," kata Junaidin kepada jurnalis, Kamis (30/7/2026).
Junaidin menyebut, bagi sebagian besar masyarakat NTT, perubahan paradigma pembangunan tersebut bukan sekadar slogan, melainkan dirasakan melalui berbagai program pemerintah.
"Bagi sebagian besar masyarakat NTT, perubahan paradigma itu bukan sekadar slogan. Masyarakat melihatnya melalui pembangunan infrastruktur, penguatan konektivitas, pembangunan jalan dan pelabuhan, pengembangan kawasan pariwisata, serta program Tol Laut. Tol Laut bukan sekadar kapal yang berlayar dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Tol Laut adalah simbol perubahan cara negara melihat NTT," ujarnya.
Junaidin menyebut, kehadiran Tol Laut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah di NTT.
"Laut yang dulu menjadi pemisah, perlahan diubah menjadi jalan. Jarak yang dulu menjadi hambatan, mulai diubah menjadi konektivitas. Dan pulau-pulau yang dulu terasa jauh, mulai dihubungkan dengan denyut pembangunan nasional,” jelasnya.