Jakarta, IDN Times - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyebut sekitar 7.000 kadernya hadir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur untuk memberikan dukungan kepada Presiden ke-7 RI, Joko "Jokowi" Widodo, Kamis (5/11/2026).
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengatakan, ribuan kader tersebut datang dari berbagai daerah. Mereka hadir untuk mengawal Jokowi yang menjalani persidangan terkait polemik ijazah.
"Sekitar 7 ribuan lah," ujar Bestari saat ditemui di sekitar PN Jakarta Timur.
Dia mengatakan, kader PSI yang hadir berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat, Bekasi, dan DKI Jakarta.
Bestari juga menjelaskan alasan Jokowi bersama putra bungsunya, Kaesang Pangarep, sempat keluar untuk menyapa masyarakat yang hadir di lokasi persidangan.
Menurut dia, Jokowi mengetahui banyak masyarakat datang atas inisiatif sendiri untuk memberikan dukungan. Karena itu, saat jeda persidangan, Jokowi menyempatkan diri menyapa mereka.
"Jadi, itu diketahui oleh Pak Jokowi waktu beliau masuk, sedemikian banyak, di dalam nanya itu siapa saja. Kita sebutkan ada dari Banten, ada dari Jawa Barat, Bekasi ya, dan DKI. Ya, dalam rehat tadi beliau mencoba keluar sebentar ya untuk menyapa. Saya kira cuman itu aja kok," kata dia.
Bestari menegaskan, Jokowi dan rombongan kembali masuk karena kondisi di lokasi sangat ramai sehingga tidak memungkinkan untuk menerobos kerumunan. Selain itu, persidangan juga akan kembali dimulai.
"Bukan kurang kondusif, ramai sekali enggak bisa nembus ke sana. Ya balik lagi kan sidang mau dimulai lagi," kata dia.
Pengadilan Jakarta Timur menggelar sidang perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu yang menjerat Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma. Pada sidang kedelapan ini, Presiden ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo diagendakan hadir sebagai saksi.
Untuk mengamankan jalannya persidangan, sebanyak 6.770 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan. Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan, ribuan personel tersebut terdiri dari 1.200 personel TNI dan 5.570 personel Polri.
Polisi juga menyiapkan dua unit mobil water cannon atau AWC serta mobil penerangan untuk menyampaikan imbauan kepada massa agar menjaga ketertiban.