Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tas Siaga Bencana. (instagram.com/bnpb_indonesia)
  • Dr. Daryono menekankan kesiapsiagaan menghadapi ancaman multidimensi, termasuk bencana alam, cuaca ekstrem, pandemi, gangguan infrastruktur, serangan siber, dan konflik geopolitik.

  • Imbauan menyiapkan perlengkapan darurat dinilai sebagai manajemen risiko modern, agar masyarakat mandiri dan mampu bertahan saat bantuan, listrik, komunikasi, transportasi, serta logistik terganggu.

  • Bagi Indonesia yang berisiko multibencana tinggi, setiap keluarga dianjurkan memiliki tas siaga berisi kebutuhan dasar, dokumen penting, serta memahami jalur evakuasi dan prosedur penyelamatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2 November 2026

The Sun memberitakan puluhan negara mengimbau warga menyiapkan perlengkapan darurat untuk menghadapi kemungkinan krisis.

5 November 2026

Daryono mengingatkan masyarakat Indonesia agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kedaruratan multidimensi dan menyiapkan tas siaga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Daryono mengingatkan masyarakat Indonesia agar menyiapkan tas siaga dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kedaruratan, termasuk bencana alam, cuaca ekstrem, pandemi, gangguan infrastruktur, serangan siber, dan konflik geopolitik.
  • Who?
    Daryono, praktisi mitigasi bencana dan anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, menyampaikan imbauan bagi masyarakat Indonesia. Uni Eropa juga disebut mendorong warganya menyiapkan kebutuhan dasar selama 72 jam.
  • Where?
    Imbauan kesiapsiagaan ditujukan bagi masyarakat Indonesia, yang dinilai memiliki risiko multibencana tinggi. Keterangan Daryono disampaikan dari Jakarta.
  • When?
    Daryono dikutip menyampaikan keterangan pada Kamis, 5 November 2026, sebagai respons atas pemberitaan 2 November 2026 mengenai puluhan negara yang mengimbau persiapan perlengkapan darurat.
  • Why?
    Kesiapsiagaan diperlukan agar masyarakat mampu bertahan pada fase awal kedaruratan ketika bantuan, listrik, komunikasi, transportasi, dan distribusi logistik berpotensi terganggu.
  • How?
    Setiap keluarga dianjurkan menyiapkan tas siaga berisi air minum, makanan tahan lama, obat-obatan, senter, alat komunikasi, dan dokumen penting, serta mengetahui jalur evakuasi dan prosedur penyelamatan diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Puluhan negara meminta orang menyiapkan tas darurat. Pak Daryono juga mengingatkan orang Indonesia untuk siap jika ada bencana, cuaca buruk, atau keadaan sulit lain. Tas itu bisa berisi air, makanan, obat, senter, alat komunikasi, dan surat penting. Keluarga juga perlu tahu jalan aman untuk pergi saat bahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penekanan pada tas siaga menampilkan kesiapsiagaan sebagai bentuk ketahanan yang dapat dibangun di tingkat keluarga. Dengan kebutuhan dasar, alat komunikasi, dokumen penting, serta pemahaman jalur evakuasi, masyarakat memiliki bekal untuk menghadapi fase awal gangguan layanan. Pendekatan ini menempatkan antisipasi sebagai tindakan tenang dan mandiri, bukan alarm atas krisis yang pasti terjadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Praktisi Mitigasi Bencana sekaligus Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman kedaruratan, mulai dari bencana alam, cuaca ekstrem, pandemi, gangguan infrastruktur, serangan siber, hingga konflik geopolitik.

Hal ini merespons pemberitaan The Sun pada 2 November 2026 mengenai puluhan negara yang mengimbau warganya untuk menyiapkan stok atau perlengkapan darurat menghadapi berbagai kemungkinan krisis.

"Perlengkapan darurat menunjukkan semakin pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman multidimensi. Dunia kini menghadapi risiko yang semakin kompleks, mulai dari bencana alam, cuaca ekstrem, pandemi, gangguan infrastruktur, serangan siber, hingga konflik geopolitik," ucap Daryono dalam keterangan, dikutip Kamis (5/11/2026).

1. Pendekatan manajemen risiko modern

ilustrasi isi tas siaga bencana (pexels.com/Roger Brown)

Menurut Daryono, imbauan tersebut tidak perlu dimaknai sebagai pertanda bahwa bencana besar atau perang dunia akan segera terjadi. Sebaliknya, langkah itu merupakan bagian dari pendekatan manajemen risiko modern yang mengutamakan antisipasi dan kesiapan masyarakat sebelum krisis terjadi.

"Ini merupakan pendekatan manajemen risiko modern yang mengutamakan antisipasi, kesiapan mandiri, dan ketahanan masyarakat sebelum krisis terjadi," kata Daryono.

2. Masyarakat harus mampu bertahan pada fase awal

Upaya penanggulangan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Malang. (Dok. BPBD Kabupaten Malang)

Ia menjelaskan, Uni Eropa bahkan telah mendorong masyarakat untuk menyiapkan kebutuhan dasar rumah tangga yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama minimal 72 jam atau tiga hari.

"Prinsipnya sederhana: masyarakat harus mampu bertahan pada fase awal kedaruratan ketika akses bantuan, listrik, komunikasi, transportasi, dan distribusi logistik berpotensi terganggu," katanya.

3. Indonesia memiliki risiko multibencana tinggi

Ilustrasi Banjir di Cilincing Jakarta Utara. (IDN Times/Dini Suciatingrum)

Daryono menilai, pesan kesiapsiagaan tersebut sangat relevan bagi Indonesia yang memiliki risiko multibencana tinggi. Karena itu, setiap keluarga perlu memiliki tas siaga untuk menghadapi kondisi darurat.

Tas siaga tersebut setidaknya berisi air minum, makanan tahan lama, obat-obatan, senter, alat komunikasi, serta dokumen penting. Masyarakat juga perlu mengetahui jalur evakuasi dan prosedur penyelamatan diri ketika bencana terjadi.

"Kesiapsiagaan bukan karena kita tahu kapan bencana akan terjadi, tetapi karena kita memahami bahwa bencana dapat terjadi kapan saja. Masyarakat tangguh bukan masyarakat yang tidak memiliki ancaman, melainkan masyarakat yang siap menghadapi," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article

Tanam Mangrove Tumbuh Ekonomi04 Nov 2026, 23:25 WIB