Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Abdul El-Sayed Jadi Muslim Pertama yang Terpilih sebagai Senator AS

3 min read
Abdul El-Sayed Jadi Muslim Pertama yang Terpilih sebagai Senator AS
Abdul El-Sayed (x.com/AbdulElSayed)
  • Abdul El-Sayed menang pemilihan Senat AS di Michigan dengan 51,8 persen suara, mengalahkan Mike Rogers dan menjadi Muslim pertama yang akan menjabat senator mulai Januari 2027.
  • Dalam pidato kemenangan, El-Sayed menolak penggunaan pajak AS untuk mendukung Israel, mengkritik AIPAC, serta menyinggung serangan bernuansa Islamofobia dari Donald Trump dan JD Vance.
  • Sebelum menang, El-Sayed mengalahkan Haley Stevens pada pendahuluan Demokrat; ia didukung Bernie Sanders dan Barack Obama, serta berkampanye untuk Medicare for All dan pendanaan individu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  - Abdul El-Sayed memenangkan pemilihan Senat Amerika Serikat (AS) dari negara bagian Michigan pada Rabu (4/11/2026). Kemenangan tersebut menjadikannya muslim pertama yang akan menjabat sebagai anggota Senat AS mulai Januari 2027.

El-Sayed unggul dengan perolehan 51,8 persen suara, sedangkan pesaingnya dari Partai Republik, Mike Rogers, memperoleh 46,2 persen. The Associated Press mengumumkan kemenangan El-Sayed pada pukul 02.27 waktu setempat ketika 80 persen suara telah dihitung.

"Hingga saat ini, kalian mungkin memperhatikan bahwa saya selalu mengucapkan insyaallah atau 'jika Tuhan mengizinkan', setiap kali hasil pemilihan ini dibahas. Namun hari ini, malam ini, kita bisa mengubah insyaallah tersebut menjadi alhamdulillah," ujar El-Sayed dalam pidato kemenangannya. 

  1. 1. El-Sayed kritik pendanaan AS untuk Israel

    Abdul El-Sayed
    Abdul El-Sayed (x.com/AbdulElSayed)

    Dilansir Middle East Eye, El-Sayed menyoroti penggunaan uang pajak warga AS untuk mendukung Israel dalam pidato kemenangannya tersebut. Ia menolak anggaran negara digunakan untuk mendukung kebijakan apartheid dan genosida terhadap Palestina.

    "Kami ingin pajak kami digunakan di sini. Kami tidak ingin uang kami dikirim untuk mendukung apartheid atau perang genosida," tegas El-Sayed.

    Ia juga mengkritik Komite Urusan Umum Amerika-Israel (AIPAC) dan kelompok lobi pro-Israel lainnya yang menghabiskan puluhan juta dolar AS untuk menentang pencalonannya. El-Sayed menyebut AIPAC telah menggelontorkan 42 juta dolar AS (setara Rp765,03 miliar) untuk menghalangi kemenangannya di Michigan.

    "Kepada AIPAC yang menghabiskan 42 juta dolar AS untuk melawan kami, terima kasih telah memberi saya kesempatan untuk mengalahkan kalian dua kali," tuturnya.

  2. 2. El-Sayed sindir Trump dan Vance dalam pidato kemenangan

    Abdul El-Sayed
    Abdul El-Sayed (commons.wikimedia.org/U.S. Senate Committee on Health, Education, Labor and Pensions)

    Kemenangan El-Sayed juga menjadi respons terhadap serangan yang lekat akan nuansa Islamofobia selama masa kampanye. Ia secara khusus menyebut Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance yang berulang kali melontarkan ejekan terkait nama dan identitas keagamaannya.

    El-Sayed menyindir Vance yang nantinya berkewajiban mengambil sumpah jabatannya sebagai senator pada Januari 2027.

    "JD, habibi, ada ironi yang luar biasa bahwa secara konstitusional Anda berkewajiban mengambil sumpah jabatan saya pada Januari," ujarnya.

    Ia tak lupa menyampaikan sindiran kepada Trump. "Donald, saya tahu Anda kesusahan menyebut nama saya. Jadi, setelah JD mengambil sumpah jabatan saya pada Januari, Anda bisa panggil saja saya Senator."

    Trump sebelumnya menyebut El-Sayed sebagai seorang jihadis serta komunis yang membenci orang Yahudi dan Israel. Sejumlah politikus Partai Republik juga mempertanyakan kesetiaannya terhadap Konstitusi AS dengan mengaitkannya pada Ikhwanul Muslimin. Akan tetapi, sama sekali tidak ada bukti konkret yang diketahui menghubungkan El-Sayed dengan kelompok tersebut.

  3. 3. El-Sayed kalahkan kandidat Demokrat dalam pemilihan pendahuluan

    Abdul El-Sayed
    Abdul El-Sayed (x.com/AbdulElSayed)

    Sebelum memenangkan pemilihan Senat AS, El-Sayed lebih dahulu mengejutkan elite Partai Demokrat dengan mengalahkan Haley Stevens dalam pemilihan pendahuluan pada Agustus 2026. Stevens memperoleh dukungan kelompok lobi pro-Israel. Sementara itu, El-Sayed memperoleh dukungan Senator Bernie Sanders dan juga dari mantan Presiden Barack Obama pada akhir masa kampanyenya. 

    El-Sayed sebelumnya pernah mencalonkan diri sebagai gubernur Michigan pada 2018, tetapi gagal memenangkan pemilihan pendahuluan dari Gretchen Whitmer yang kemudian menjabat sebagai gubernur Michigan selama 2 periode. Dalam kampanye politiknya, ia telah mengusung gagasan Medicare for All, yakni program asuransi kesehatan nasional di AS.

    Berbeda dari sejumlah kandidat lain, El-Sayed berkali-kali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bertemu pelobi perusahaan. Ia juga menyatakan hanya menerima sumbangan kampanye dari individu, bukan perusahaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More