Kampanye Rano Karno di Jakarta Selatan (Dok.IDN Times/Tim Pramono-Rano)
Berbeda dari dua paslon lainnya, calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 03, Pramono Anung-Rano Karno justru menggelar kampanye secara terpisah. Pramono mengawali hari pertama kampanye dengan kegiatan internal yang digelar secara tertutup.
Barulah siang harinya sekitar pukul 14.00 WIB, ia menggelar kegiatan secara terbuka. Pramono bertemu dengan jajaran pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Islamic Center Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Pramono berjanji akan melanjutkan program untuk memberangkatkan sejumlah marbot masjid dan guru ngaji untuk umroh.
Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai bentuk meneruskan program-program yang baik dari gubernur sebelumnya.
Program memberangkatkan marbot umroh pertama kali dilakukan oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama pada akhir 2014. Program ini kemudian dilanjutkan di masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan pada 2017 hingga 2019.
Selain itu, Pramono Anung menyampaikan, sejauh ini masih ada masjid dan musala yang tidak mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah. Maka itu, ia ingin ke depan pemerintah di masa kepemimpinannya lebih mengutamakan kesetaraan.
"Ada sekitar 4.600 Masjid dan sejauh ini baru 3.300 yang mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ini kita harus bantu juga Masjid dan Musala yang belum mendapatkan bantuan operasional," ungkapnya.
Kunjungan Pramono di Islamic Center Jakarta merupakan bagian dari silaturahmi dirinya ke berbagai tokoh dan pemuka agama. Ia disambut baik oleh KH Ma'mun Al Ayyubi sebagai Ketua Umum DMI DKI Jakarta dan para pengurus Dewan Masjid Indonesia di wilayah DKI Jakarta.
Sementara, kegiatan kampanye pertama Rano Karno ialah blusukan bertemu dengan warga.
Sejak pagi sekitar pukul 07.30 WIB, Rano menyambangi Waduk Brigif, Jagakarsa. Ia mengatakan kawasan tersebut menjadi salah satu tempat pengambilan gambar dalam film yang dibintanginya dulu.
"Di Jagakarsa ini, ini dulu tempat saya syuting nih, dulu tahun 78 saya syuting sini sama Yessy Gusman, judulnya 'Selamat Tinggal Duka'," kata Rano.
"Jadi Alhamdulillah kalau disini gak terlalu asing lah," lanjut dia.
Selain itu, Rano Karno juga blusukan ke Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Dalam kunjungannya, Rano menerima sejumlah keluhan masyarakat seperti biaya parkir mahal dan daya tampung yang kecil.
"Sementara populasi disini banyak, ya dulu kan disini masih sepi. Berkembang, berkembang, artinya apa, kapasitas menjadi berkurang," ungkap Rano.
Rano Karno janji akan membenahi masalah tersebut andai terpilih sebagai Wakil Gubernur Jakarta. Menurutnya, permasalahan ini harus ada solusinya.
"Memang dikelola oleh perusahaan umum daerah, ini dia harus punya solusi. Itulah nanti begitu saya, maaf kalau memang saya mungkin di Balai Kota, tentu ini akan kita evaluasi," ujarnya.