PM Samoa Minta Maaf usai Video Lama Gestur Nazi Viral

Perdana Menteri Samoa La’auli Leuatea Schmidt meminta maaf setelah video lama berisi ucapan dan gestur terkait Nazi Jerman beredar.
Schmidt menyebut rekaman itu dibuat dalam acara keluarga sekitar 20 tahun lalu dan tidak ditujukan untuk konsumsi publik.
Ia menegaskan penolakan terhadap Nazisme, antisemitisme, rasisme, dan segala bentuk ekstremisme politik.
Jakarta, IDN Times — Perdana Menteri (PM) Samoa La’auli Leuatea Schmidt meminta maaf setelah video lama yang memperlihatkan dirinya mengucapkan ‘Heil Hitler’ dan melakukan gestur yang dikaitkan dengan Nazi Jerman beredar.
Schmidt mengatakan, video tersebut direkam dalam sebuah acara keluarga sekitar 20 tahun lalu. Menurutnya, rekaman itu merupakan momen pribadi yang tidak pernah dimaksudkan untuk diketahui publik.
“Saya menyadari bahwa kata-kata dan gestur tersebut tidak pantas serta dapat menimbulkan ketersinggungan dan menyakiti pihak lain. Saya meminta maaf karena menggunakannya,” kata Schmidt dalam pernyataannya dikutip dari AFP, Senin (5/10/2026).
Schmidt juga menegaskan dirinya menolak Nazisme, antisemitisme, rasisme, serta segala bentuk ekstremisme politik. Pernyataan tersebut muncul di tengah rekam jejaknya yang dikenal memiliki dukungan kuat terhadap Israel.
1. Video direkam hampir 20 tahun lalu

potret Adolf Hitler (commons.wikimedia.org/Alien Property Custodian) Schmidt menjelaskan video yang kini beredar berasal dari sebuah acara keluarga yang berlangsung hampir dua dekade lalu. Ia menekankan rekaman tersebut dibuat dalam konteks pribadi dan tidak ditujukan untuk konsumsi publik.
“Rekaman tersebut menunjukkan saya menggunakan kata-kata ‘Heil Hitler’ dan ikut melakukan gestur yang dikaitkan dengan Nazi Jerman dalam sebuah acara keluarga pribadi, yang tidak dimaksudkan untuk diketahui publik,” ujarnya.
Meski menyebut konteks kejadian tersebut terjadi sekitar 20 tahun lalu, Schmidt mengakui ucapan dan gestur yang ditampilkannya tetap tidak pantas.
“Apa pun konteks atau niat pada pertemuan tersebut 20 tahun lalu, saya menyadari bahwa kata-kata dan gestur itu tidak pantas dan dapat menimbulkan ketersinggungan serta menyakiti, dan saya meminta maaf karena menggunakannya,” kata dia.
2. PM Samoa dikenal tegas dukung Israel

Protes soal genosida Israel di Gaza di depan Markas Besar PBB di New York. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Permintaan maaf Schmidt menjadi sorotan karena ia selama ini dikenal sebagai pendukung kuat Israel. Ia bahkan telah berkomitmen membuka kedutaan Samoa di Yerusalem sebelum akhir tahun.
Sikap tersebut juga pernah ditunjukkan ketika Schmidt dilantik sebagai perdana menteri pada 2025. Saat itu, ia mengenakan selendang doa Yahudi dan memasuki ruangan dengan diiringi suara terompet tradisional Yahudi atau shofar.
“Saya berdiri untuk Israel, tanah milik Tuhan,” kata Schmidt saat itu, menurut media lokal.
“Samoa akan berdiri dan mendukung tanah suci milik Tuhan,” lanjutnya.
3. Schmidt tegaskan tolak Nazisme

potret museum sejarah Nazi Jerman (commons.wikimedia.org/Wolfmann) Dalam pernyataan terbarunya, Schmidt secara tegas berusaha membedakan dirinya dari ideologi Nazi. Ia menyatakan penolakan terhadap berbagai bentuk ekstremisme.
“Saya menolak Nazisme, antisemitisme, rasisme, dan segala bentuk ekstremisme politik,” tegasnya.
Samoa merupakan salah satu negara Pasifik yang memiliki masyarakat dengan keyakinan keagamaan yang kuat. Sebagian negara di kawasan tersebut memiliki kepercayaan yang berkaitan dengan nubuat dalam Perjanjian Lama mengenai kembalinya orang-orang Yahudi ke Tanah Israel.
Konteks keagamaan tersebut menjadi salah satu latar belakang dukungan kuat terhadap Israel yang ditunjukkan sejumlah negara Pasifik, termasuk Samoa. Namun, Schmidt tetap menghadapi sorotan atas video lama yang memperlihatkan dirinya menggunakan simbol dan ucapan yang terkait dengan Nazi Jerman.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)

















