Rapat Pleno Perdana, Wantimpres Tak Bahas Putusan MK soal Ijazah Gibran

- Wantimpres menggelar rapat pleno perdana di Kemensetneg pada 8 Oktober 2026, membahas prosedur, regulasi, tata kerja, serta dukungan birokrasi untuk efektivitas lembaga.
- Rocky Gerung menyatakan rapat belum membahas substansi, termasuk putusan MK terkait gugatan ijazah Gibran, meski sejumlah isu yang ramai di masyarakat turut dibicarakan.
- Bambang Soesatyo meminta putusan MK dihormati dan menegaskan hasil Pemilu 2024 sah; Wantimpres juga menyiapkan pembidangan serta taskforce bagi 26 anggota.
Jakarta, IDN Times - Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menggelar rapat pleno perdana setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (2/10/2026). Rapat perdana digelar di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kamis (8/10/2026).
Anggota Wantimpres, Rocky Gerung, mengatakan, rapat tersebut tidak membahas mengenai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang gugatan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Tadi baru prosedur membahas, belum bicara substansinya," ujar Rocky.
Meski demikian, Rocky mengaku ada pembahasan sejumlah isu yang sedang ramai dibahas di masyarakat. Namun, Rocky enggan menjelaskan isu apa saja yang dibahas.
1. Wantimpres ajak semua pihak hormati keputusan MK

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo sebut pembahasan DPA di DPR tak tabrak konstitusi. (IDN Times/Amir Faisol) Sementara itu, anggota Wantimpres lainnya, Bambang Soesatyo, menanggapi santai soal putusan MK tentang ijazah Gibran tersebut. Menurut dia, putusan itu sudah diserahkan MK ke lembaga lain.
"Ya, kan sudah jelas bahwa NO (Niet Ontvankelijke Verklaard), tapi kami serahkan kepada lembaga yang terkait. Jadi, tinggal bolanya sekarang, tidak lagi di MK," kata Bamsoet.
Bamsoet kemudian mengajak semua pihak menghormati putusan MK. Dia mengatakan, Pemilu 2024 yang menghasilkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden-Wakil Presiden tetap sah.
"Tapi keputusan itu harus kita hormati, prosesnya harus kita hormati, bahwa hasil daripada pemilu itu tetap sah. Tidak bisa diubah karena itu sudah mengarungi proses politik yang panjang dan beliau-beliau sudah dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden," ucap Bamsoet.
2. Apa yang dibahas dalam rapat pleno?

Mantan Menko PMK, Pratikno hadir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an) Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Pratikno, menjelaskan, dalam rapat pleno tersebut dihadiri 23 orang. Sementara, 3 orang lainnya izin tidak hadir.
"Kami membahas mengenai satu, tentu saja memahami undang-undang kaitannya dengan Wantimpres, peraturan, regulasi dan seterusnya. Terus kemudian tata kerja kita, terus kemudian juga bagaimana dukungan birokrasi terhadap efektivitas kerja Wantimpres dan lain-lain, sampai kita bicara hal-hal detail tentang teknis format saran dan pertimbangan kepada Bapak Presiden," ujar Pratikno.
Pratikno mengatakan, Wantimpres ingin bekerja cepat dalam menyampaikan suatu pertimbangan sehingga apabila dibutuhkan oleh Presiden, pertimbangan itu sudah siap.
"Jadi kita juga tadi membahas tentang taskforce, bagaimana taskforce dibentuk dan lain-lain. Jadi kami tadi luar biasa karena anggota Wantimpres ini para tokoh-tokoh nasional yang sudah punya pengalaman panjang dengan variasi pengalaman masing-masing, background masing-masing. Ini adalah menjadi kekayaan yang luar biasa untuk memberikan saran dan pertimbangan kepada Bapak Presiden. Oleh karena itu pleno ini bagaimana kita membuatnya menjadi lebih efektif," kata dia.
3. Bagaimana mengatur tugas 26 orang?

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno (IDN Times/M. Ilman Nafi'an) Nantinya, kata Pratikno, Wantimpres akan membentuk bidang-bidang tertentu untuk mengatur kerja 26 orang sehingga fokus kerjanya bisa jelas.
"Kami juga tadi bersepakat untuk mulai menawarkan pembidangan, tetapi pembidangan belum final. Kami dari sisi pimpinan dalam hal ini adalah Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris Wantimpres sudah menyiapkan bahan-bahan, nanti kita minta masukan dari masing-masing anggota. Masing-masing anggota memberikan masukan tentang pembidangan dan juga beliau-beliau akan masuk di bidang yang mana," ucap dia.























