Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, mengkritik langkah Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, yang menggelar konferensi pers terkait kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Hendardi menilai Yusril terlalu jauh masuk ke ruang komunikasi perkara yang sedang ditangani penyidik Polri, dan berpotensi mengaburkan independensi penyidikan.
"Yusril seharusnya tidak menciptakan kesan bahwa pemerintah sedang mengarahkan, mengendalikan, atau membingkai proses penyidikan," kata dia dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).