Singgung soal MBG, Prabowo: Makan di Restoran Mahal Saja Ada Keracunan

- Prabowo Subianto membela program makan bergizi gratis (MBG) dari kritik, menyatakan angka keracunan hanya 0,008 persen.
- Program MBG telah menciptakan 1 juta lapangan kerja dan memiliki 60 juta penerima serta 22 ribu dapur produksi.
- Prabowo optimis program MBG dapat menciptakan 3-5 juta lapangan kerja dengan jumlah penerima yang lebih banyak.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto membalas pihak yang mengkritik program makan bergizi gratis (MBG) membuat siswa keracunan. Prabowo mengatakan, angka keracunan sedikit dari jumlah penerima manfaat.
Menurutnya, keracunan bisa saja terjadi di mana pun, termasuk di restoran mahal. Hal itu Prabowo sampaikan dalam taklimatnya di Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
"Tidak ada yang menduga kita mampu, banyak, bahkan orang-orang hebat meramalkan pasti gagal. Sekian ribu keracunan, kita makan di restoran mahal di Jakarta saja ada keracunan, kalau kita jumlah berapa miliar makanan (MBG) yang sudah kita bagi," ujar Prabowo.
"Statistiknya adalah 0,0008 (persen yang keracunan). Artinya, usaha MBG harurs dinyatakan berhasil," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo memamerkan keberhasilannya dalam menciptakan lapangan kerja. Prabowo mengatakan, berkat program makan bergizi gratis (MBG), sudah tercipta 1 juta lapangan pekerjaan.
“Saya buktikan kepada saudara-saudara, Prabowo Subianto sebagai Presiden RI saya telah menghasilkan sekarang 1 juta lapangan kerja hanya dari MBG,” ucap dia.
Prabowo mengatakan, per Senin (2/2/2026), penerima MBG sudah mencapai 60 juta orang. Selain itu, terdapat 22 ribu dapur yang memproduksi MBG hingga saat ini.
“Dengan 22.000 (dapur) saja, sekarang, kita sudah menciptakan lapangan kerja 1 juta, 22.000 kali 50 orang, yang digaji tiap hari. Sudah kita ciptakan lapangan kerja 1 juta,” ucap dia.
Mantan Menteri Pertahanan itu menilai, 3 juta hingga 5 juta lapangan kerja bisa terwujud dari program MBG.
"Itu nanti di ujungnya, kalau kita sampai 82 juta (penerima), kita akan menciptakan 3-5 juta lapangan kerja," imbuhnya.

















