Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Catat! Ini Jadwal Rekayasa Lalin One Way hingga Gage saat Arus Mudik

Catat! Ini Jadwal Rekayasa Lalin One Way hingga Gage saat Arus Mudik
Suasana Tol Jagorawi di KM 47 keluar Gerbang Ciawi. (Linna Susanti/IDN Times).
Intinya Sih
  • Korlantas Polri menyiapkan rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, dan ganjil-genap di sejumlah ruas tol selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 untuk mengurai kemacetan.
  • Skema one way dan contraflow diberlakukan di Tol Japek hingga Banyumanik saat mudik 17–20 Maret, serta arah sebaliknya pada 23–29 Maret 2026 dengan jam operasional berbeda.
  • Kapolri memprediksi puncak arus mudik dan balik terjadi dua gelombang masing-masing pertengahan dan akhir Maret, disertai kebijakan WFA guna mengatur pergerakan pemudik.
    Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
    Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Korlantas Polri menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas (lalin) selama masa arus mudik Lebaran 2026 untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang bisa berujung macet.

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Aries Syahbudin mengatakan, skema rekayasa lalu lintas mulai dari contraflow, one way hingga kebijakan ganjil-genap (gage) khususnya di ruas tol.

"Kami menyiapkan rencana waktu pengaturan arus lalu lintas jalan periode angkutan Lebaran 2026," kata Aries dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

1. Arus Mudik

Kebijakan one way di Tol Japek
Kebijakan one way di Tol Japek
  1. Kebijakan one way diberlakukan di Tol Japek (KM 70) sampai Gerbang Tol (GT) Banyumanik (KM 421) mulai 17-20 Maret 2026 pukul 12.00-24.00 WIB.
  2. Kebijakan contraflow di GT Karawang Barat (KM 47) sampai Tol Japek (KM 70)  akan diberlakukan mulai 17-20 Maret 2026 pukul 14.00-24.00 WIB. Sementara untuk di hari lebaran juga diberlakukan yakni pada 21 Maret pukul 12.00-20.00 WIB, dan 22 Maret pukul 09.00-18.00 WIB.
  3. Kebijakan ganjil-genap akan diberlakukan di Tol Japek (KM 47) sampai GT Kalikangkung (KM 414) pada 17-20 Maret 2026 dimulai pukul 14.00-24.00 WIB.
  4. Kebijakan ganjil-genap akan diberlakukan mulai dari GT Cikupa (KM 31) hingga ke Tol Merak (KM 98) pada 17-20 Maret 2026 sekira pukul 14.00-24.00 WIB.

2. Arus Balik

Kemacetan kendaraan pribadi di ruas Tol Jagorawi KM 6, Jakarta, 29 Oktober 2020. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A via Bisnis.com)
Kemacetan kendaraan pribadi di ruas Tol Jagorawi KM 6, Jakarta, 29 Oktober 2020. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A via Bisnis.com)
  1. Kebijakan one way arus balik nantinya akan dilakukan mulai GT Banyumanik (KM 421) sampai ke Tol Japek (KM 70) pada 23-29 Maret 2026 setiap pukul 12.00-24.00 WIB.
  2. Kebijakan contraflow pada arus balik akan dilakukan mulai Tol Japek (KM 70) sampai ke GT Karawang Barat (KM 47) pada 23-29 Maret 2026 setiap pukul 14.00-24.00 WIB.
  3. Kebijakan contraflow pada arus balik di Jagorawi arah ke Jakarta akan diberlakukan tepatnya di Tol Jagorawi (KM 21) sampai Tol Jagorawi (KM 8) pada 24 dan 29 Maret 2026 jam 14.00-19.00 WIB.
  4. Kebijakan ganjil-genap saat arus balik lebaran akan diberlakukan dari GT Kalikangkung (KM 414) sampai Tol Japek (KM 47) pada 23-29 Maret 2026 mulai pukul 00.00-24.00 WIB.
  5. Kebijakan ganjil-genap saat arus balik lebaran akan diberlakukan dari Tol Merak (KM 98) sampai ke GT Cikupa (KM 31) pada 23-29 Maret 2026 mulai pukul 00.00-24.00 WIB.

3. Puncak arus mudik 2 gelombang

409D5FEE-A562-4633-8562-9E30EBEAF525.jpeg
Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus mudik dan balik pada Lebaran 2026 akan terjadi masing-masing dua gelombang. Hal tersebut diungkap Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di PTIK/STIK, Jakarta, pada Senin (2/3/2026).

Ia menyebut, prediksi itu didapati jajaran Direktorat Lalu Lintas dari hasil survei yang dilaksanakan Kementerian Perhubungan serta dengan membandingkan realisasi jumlah pemudik di tahun 2025.

"Prediksi puncak arus mudik (pertama) ini kemungkinan terjadi di tanggal 14 sampai dengan 15 Maret," kata Sigit.

Kemudian, setelah periode itu, pemerintah akan menerapkan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 16 dan 17 Maret, sehingga diperkirakan bakal terjadi puncak arus mudik gelombang kedua pada 18 dan 19 Maret.

Sigit mengatakan, untuk puncak arus balik juga akan terjadi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 24 dan 25 Maret.

"Prediksi puncak arus balik kedua pada 28 sampai 29 Maret dan bila diperlukan Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan," tuturnya.

Di sisi lain, antisipasi lonjakan juga disiapkan khususnya pengaturan arus lalu lintas di pelabuhan antara Jawa Timur dan Bali mengingat bergesekan dengan peringatan Hari Raya Nyepi jatuh bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

"Sehingga perlu adanya pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali karena menghormati Hari Raya Nyepi," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More