Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Survei SMRC: Presepsi Indonesia Menuju ke Arah yang Benar Turun Tajam
Prabowo-Gibran 2024 (instagram.com/gibran_rakabuming/)
  • Survei SMRC mencatat 47,7 persen responden menilai Indonesia bergerak ke arah yang benar, masih di bawah ambang psikologis 50 persen.

  • Sebanyak 34,3 persen responden menilai arah Indonesia salah, sementara 18 persen lainnya masih ragu-ragu.

  • Survei pada 1-10 Oktober 2026 melibatkan 1.213 responden dan mencatat penurunan persepsi dibandingkan Oktober 2024.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2010

Survei serupa menunjukkan sekitar 70 persen publik menilai Indonesia bergerak ke arah yang benar saat SBY menjalani periode kedua pemerintahannya.

Oktober 2010

Sebanyak 70 persen responden mengatakan Indonesia sedang bergerak ke arah yang benar.

Oktober 2024

Persepsi publik bahwa negara menuju ke arah yang benar tercatat 83 persen.

1-10 Oktober 2026

SMRC menggelar survei terhadap 1.213 responden WNI yang mempunyai hak pilih.

Selasa (13/10/2026)

Saiful Mujani menyampaikan hasil survei dalam program Bedah Politik di kanal YouTube SMRC TV.

20 Oktober 2026

Survei dilakukan menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    SMRC merilis hasil survei mengenai persepsi publik terhadap arah perjalanan Indonesia.
  • Who?
    Saiful Mujani dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyampaikan hasil survei tersebut.
  • Where?
    Hasil survei disampaikan dalam program Bedah Politik melalui kanal YouTube SMRC TV.
  • When?
    Survei digelar pada 1-10 Oktober 2026 dan dibahas pada Selasa (13/10/2026), menjelang 20 Oktober 2026.
  • Why?
    Survei dilakukan untuk mengetahui persepsi publik terhadap arah perjalanan Indonesia menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • How?
    Survei melibatkan 1.213 responden WNI yang mempunyai hak pilih, dengan margin of error +/- 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

SMRC bertanya kepada orang-orang tentang arah Indonesia. Sebanyak 47,7 persen bilang arahnya benar, tetapi 34,3 persen bilang salah dan 18 persen masih bingung. Saiful Mujani menjelaskan hasilnya. Survei dilakukan kepada 1.213 warga Indonesia yang boleh memilih. Hasilnya dibahas sebelum dua tahun pemerintahan Prabowo dan Gibran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Survei SMRC memberikan gambaran terukur mengenai persepsi publik terhadap arah perjalanan Indonesia. Data tersebut memuat pandangan yang beragam, termasuk responden yang menilai arah Indonesia benar, salah, maupun masih ragu-ragu. Dengan melibatkan 1.213 responden dan mencantumkan margin of error, hasilnya menyediakan informasi mengenai penilaian publik pada periode tertentu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei mengenai persepsi publik terhadap arah perjalanan Indonesia. Survei ini dilakukan menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026.

Hasil survei menunjukkan, sebanyak 47,7 persen responden menilai Indonesia masih bergerak ke arah yang benar. Pendiri SMRC, Saiful Mujani mengatakan, angka tersebut masih berada di bawah ambang psikologis 50 persen.

Hal itu disampaikan Saiful dalam program Bedah Politik bertajuk “Dua Tahun Prabowo: Publik Nilai Indonesia ke Arah yang Salah” yang ditayangkan melalui kanal YouTube SMRC TV pada Selasa (13/10/2026).

"Kita kan harapannya dapat approval, dapat eh dukungan, dapat legitimasi di atas 50 persen. Ya, loh, itu sahnya kan? Itu eksistensi negara, so. Bukan hanya itu. Presiden pun tidak bisa jadi presiden kalau suaranya di bawah 50 persen," kata Saiful.

1. Survei ungkap keraguan publik terkait arah Indonesia

Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto mengatakan dirinya bersama Gibran Rakabumi Raka akan menjadi presiden dan wakil presiden bagi seluruh rakyat Indonesia dan merangkul semua unsur dan kekuatan. (Dok. TKN Prabowo-Gibran)

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu menambahkan, survei tersebut juga menunjukkan bahwa 34,3 persen responden menilai Indonesia sedang bergerak ke arah yang salah. Sementara itu, 18 persen responden lainnya mengaku masih ragu-ragu.

Menurut dia, angka 18 persen tersebut tidak bisa dianggap sepele. Persentase itu menunjukkan masih adanya kelompok masyarakat yang belum memiliki penilaian pasti mengenai arah perjalanan Indonesia, apakah menuju ke arah yang benar atau justru sebaliknya.

"Artinya tidak mantap, kan gitu loh. Kita bernegara itu tidak mantap. Yang mantapnya hanya 47 persen. Nah, itu satu. Jadi, tidak mayoritas publik mantap bahwa Indonesia ini sedang bergerak ke arah yang benar, gitu ya," kata dia.

2. SMRC bandingkan Era SBY dan Prabowo lewat survei serupa

Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka berencana sowan ke pasangan calon (paslon) nomor 1 dan 3. (Dok. TKN Prabowo-Gibran)

Saiful mengungkapkan, survei serupa pernah dilakukan pada 2010, saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjalani periode kedua pemerintahannya. Hasilnya, sekitar 70 persen publik menilai Indonesia sedang bergerak ke arah yang benar.

"Pada Oktober 2010, yang mengatakan negara kita sedang bergerak ke arah yang benar itu 70 persen," kata dia.

Menurut Saiful, tingginya persentase tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan SBY saat itu memiliki legitimasi yang kuat di mata publik, meskipun dihadapkan pada berbagai persoalan.

"Jadi, 70 persen legitimatelah, ya. Mayoritas orang. Mayoritas, 70 persen sah lah, gitu ya. Rakyat happy-lah dengan Indonesia, gitu. Indonesia walaupun kita banyak masalah, tapi ya okelah, kita jalan benar nih, kira-kira begitu lah," kata dia.

3. Survei digelar 1-10 Oktober 2026 jelang dua tahun pemerintahan Prabowo

Capres dan Cawapres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka (YouTube/Prabowo Gibran)

Menurut dia, persepsi publik bahwa negara
menuju ke arah yang benar turun 35 persen, dari 83 persen pada Oktober 2024 menjadi 48 persen di Oktober 2026 jelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Saiful menjelaskan, penurunan tajam ini berhubungan dengan kepuasan dengan kinerja presiden yang merosot tajam. Ini juga dipengaruhi kondisi sosial-ekonomi, politik, dan penegakan hukum yang juga dinilai menurun tajam.

Adapun,  survei tersebut digelar pada 1-10 Oktober 2026, yang melibatkan 1.213 responden dan margin of error survei diperkirakan +/- 2.9 persen pada tinngkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

Responden adalah seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei tersebut dilaksanakan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article