Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tanggul sungai Citarum jebol.
Tanggul sungai Citarum jebol. (Istimewa)

Intinya sih...

  • Tanggul Citarum jebol karena curah hujan tinggi dan tanah gembur

  • Warga berupaya menahan derasnya arus dengan barang bambu dan karung

  • Banjir merendam pemukiman warga, tambak, dan sawah milik warga terancam gagal panen

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Tanggul Sungai Citarum yang berlokasi di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, alami jebol pada Selasa (20/1/2026) dini hari.

Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @bekasi24jamcom_official, terlihat arus air Sungai Citarum sangat deras dan langsung menuju rumah warga.

Terlihat juga beberapa orang yang mencoba menahan derasnya arus air dengan tanggul yang terbuat dari barang bambu.

1. Penyebab tanggul jebol

Tanggul sungai Citarum bekasi jebol. (Istimewa)

Salah satu warga, Satibi (42) mengatakan, jebolnya tanggul tersebut membuat panik hampir seluruh masyarakat yang tinggal di dekat Sungai Citarum. Sebab, saat terjadinya jebol, kebanyakan warga masih dalam kondisi istirahat di rumahnya.

Dia juga menduga, jebolnya tanggul akibat curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir. Tanggul yang masih berupa tanah membuat air sungai perlahan mengikis dinding tanggul hingga akhirnya jebol.

“Curah hujan sudah berhari-hari, tanggulnya masih tanah gembur, jadi terkikis dari bocoran-bocoran kecil sampai akhirnya jebol,” ujar Satibi kepada jurnalis, Selasa (20/1/2026).

2. Warga sudah berupaya menahan dengan barang bambu

Banjir Bekasi (IDN Times/Sunariyah)

Satibi mengatakan, sebelum tanggul jebol, warga sempat berupaya menahan derasnya arus Sungai Citarum dengan barang bambu dan karung.

“Dari pagi sampai sore warga berusaha menambak secara manual, pakai bambu dan karung sebagai penahan sementara,” jelas dia.

Namun, tanggul tetap jebol dan airnya langsung membanjiri rumah warga dengan ketinggian sekitar satu hingga satu setengah meter.

3. Jalan terputus total

Ilustrasi banjir (pexel.com/kushie in vietnam)

Selain merendam pemukiman warga, banjir juga merendam ribuan hektare tambak dan sawah milik warga terancam gagal panen. Ikan dan udang di tambak hanyut terbawa arus dan tanaman padi yang sudah mulai menguning rusak akibat terendam banjir.

“Imbasnya lumpuh total. Jalan terputus, aktivitas warga berhenti, dan tambak serta sawah dipastikan gagal panen,” jelas Satibi.

Dia juga berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen, mengingat masih banyak titik tanggul rawan di wilayah Muaragembong yang berpotensi jebol jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Editorial Team