Banjir di Bekasi, 17 Ribu KK Terdampak dan 1,3 Ribu KK Mengungsi

- Sebanyak 33 desa masih tergenang banjir, dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter.
- Sebanyak 1,336 KK terpaksa mengungsi di beberapa lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah setempat.
- BPBD Kabupaten Bekasi masih melakukan evakuasi warga dan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak banjir.
Bekesi, IDN Times - Sebanyak 17.563 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang melanda di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi, Senin (19/1/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan terdapat 15 kecamatan yang masih tergenang banjir.
"Banjir masih terjadi di Kecamatan Muara Gembong, Tarumajaya, Babelan, Tambun Utara, Cibitung, Cikarang Utara, Cikarang Timur, Kedungwaringin, Karangbahagia, Sukatani, Tambelang, Pabayuran, Sukakarya, Cabangbungin, dan Sukawangi," katanya, Senin.
1. Sebanyak 33 desa masih tergenang banjir

Dodi menyampaikan, dari 15 kecamatan tersebut, sebanyak 33 desa masih terendam banjir sejak Minggu (18/1/2025).
"Untuk ketinggian air mulai dari 5 sentimeter hingga yang paling tinggi mencapai 100 sentimeter," jelas dia.
2. Sebanyak 1,3 ribu KK masih mengungsi

Dodi mengatakan, dari 17 ribu KK yang terdampak banjir, sebanyak 1.336 KK terpaksa mengungsi lantaran tempat tinggalnya tidak bisa ditempati.
"Untuk di Kecamatan Babelan, lokasi pengungsian ada di Masjid Al Maghfur, Desa Babelan Kota. Untuk Kecamatan Tambun Utara ada di Perumahan Green Avenue dan Pondok Pesantren Nahdatul Watan," kata dia.
Sedangkan, di Kecamatan Sukawangi, lokasi pengungsian ada di Aula Kantor Desa Sukamekar, SDN Sukamekar 01, Musala Nurul Huda, Masjid Al-Muhajirin, dan Perumahan Lavender.
Di Kecamatan Sukakarya, lokasi pengungsian ada di Kantor Desa Sukajadi. Kecamatan Kedungwaringin ada di Kantor Kecamatan. Kecamatan Cikarang Utara berlokasi di Kampung Kali Ulu dan Kampung Poncol.
3. BPBD masih melakukan evakuasi warga

Dodi menyebut, saat ini pihaknya masih mengevakuasi warga dan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak. Dia juga mengimbau kepada masyarakat tetap waspada terhadap potensi peningkatan debit air, mengingat curah hujan masih tinggi di sebagian wilayah Bekasi.
“Kami juga melakukan koordinasi dengan dinas dan instansi teknis terkait untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Dodi.

















