Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Diduga Epilepsi Kambuh, Pria Tewas Tenggelam Saat Banjir di Bekasi

Ilustrasi tenggelam
Ilustrasi tenggelam (IDN Times)
Intinya sih...
  • Korban mendapatkan pertolongan tapi tidak berhasil
  • Korban dikenal dapat berenang tapi penyakit epilepsi kambuh
  • Banjir disebabkan oleh luapan Sungai Cibebet dan Sungai Citarum
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Seorang pria berinisial J (19 tahun) meninggal dunia setelah tenggelam saat banjir di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi pada Senin (19/1/2026).

Diketahui, korban saat itu ingin menyeberang ke wilayah Desa Labansari, Kecamatan Timur dengan menerobos banjir bersama tiga temannya. Namun, korban terhenti pada genangan air yang mencapai 200 sentimeter.

Salah satu warga, Taryana (28), menduga penyakit epilepsi korban kambuh saat berada di dalam air. Namun, korban menolak saat temannya ingin menyelamatkan dia.

“Korban sempat dipegang temannya, tapi tidak mau. Tidak teriak juga. Akhirnya temannya ke darat minta bantuan, korban sudah tidak kuat dan jatuh,” kata Taryana kepada jurnalis.

1. Korban sempat mendapatkan pertolongan

Pria di Bekasi meninggal dunia karena tenggelam saat banjir di Bekasi.
Pria di Bekasi meninggal dunia karena tenggelam saat banjir di Bekasi. (Istimewa)

Taryana mengatakan, korban diperkirakan tenggelam sekitar 15 hingga 25 menit. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi pucat pada wajah.

Tim evakuasi dan medis yang berjaga juga telah berupaya memberikan pertolongan pertama kepada korban dengan cara kompresi jantung.

“Sudah dilakukan kompresi jantung hampir 10 menit, tidak ada perubahan. Dicek lagi oleh tenaga medis puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia,” jelas dia.

2. Dikenal dapat berenang

Ilustrasi Banjir di Pondok Gede, Bekasi
Ilustrasi Banjir di Pondok Gede, Bekasi/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Sementara, Kepala Desa Labansari, Amak Gazali, membenarkan bahwa ada warganya yang meninggal dunia akibat tenggelam banjir. Menurutnya, korban terbiasa berenang menyeberangi genangan banjir saat air meluap.

“Anak itu bisa berenang, tapi mungkin kelamaan di air, penyakitnya kambuh, langsung kejang dan tenggelam,” jelas Amak.

3. Banjir karena luapan kali

ilustrasi banjir (IDN Times/Nathan Manaloe)
ilustrasi banjir (IDN Times/Nathan Manaloe)

Amak mengatakan, banjir di lokasi kejadian akibat Sungai Cibebet dan Sungai Citarum meluap. Amak juga menambahkan, jenazah korban direncanakan akan dimakamkan di wilayah Bojongsari, lantaran tempat pemakaman umum (TPU) di Desa Labansari juga terendam banjir.

"Kami berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Bojongsari untuk menyediakan lokasi pemakaman alternatif," jelas dia.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

OTT KPK di Madiun, Wali Kota Maidi: Saya Tak Pernah Lelah Bangun Kota

19 Jan 2026, 23:49 WIBNews