Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Panglima Sebut TNI Bakal Patroli Jelang HUT ke-81 RI di Tengah Isu Ancaman
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto usai hadiri rapat koordinasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/8/2026). (IDN Times/Amir Faisol)
  • TNI akan berpatroli di wilayah Indonesia menjelang Hari Kemerdekaan RI untuk mengamankan masyarakat.
  • Panglima TNI meminta masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak terprovokasi narasi di media sosial.
  • TNI berkoordinasi dengan kepolisian dan elemen masyarakat untuk pelaksanaan pengamanan di seluruh Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (5/8/2026)

Djamari Chaniago menyatakan Jakarta dan kota-kota besar lainnya yang dikunjungi dalam keadaan aman serta tenang. Ia menepis narasi kondisi tak kondusif pada Agustus 2026.

Senin (10/8/2026)

Agus Subiyanto menyampaikan TNI akan berpatroli di wilayah Indonesia menjelang Hari Kemerdekaan RI. Ia menyampaikan hal itu usai rapat koordinasi di Kompleks Parlemen, Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    TNI akan berpatroli untuk mengamankan masyarakat dan membuat rasa aman menjelang Hari Kemerdekaan RI.
  • Who?
    Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, TNI, kepolisian, dan elemen masyarakat lainnya.
  • Where?
    Patroli dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Rapat koordinasi berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta.
  • When?
    Patroli disampaikan menjelang Hari Kemerdekaan RI pada Bulan Kemerdekaan Agustus 2026.
  • Why?
    Pengamanan dilakukan di tengah isu ancaman peningkatan keamanan dan narasi kondisi tak kondusif di media sosial.
  • How?
    TNI berkoordinasi dengan kepolisian dan elemen masyarakat lainnya untuk memantau Kamtibmas serta berkolaborasi dalam pengamanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

TNI akan berpatroli di Indonesia menjelang Hari Kemerdekaan RI. Panglima TNI Agus Subiyanto bilang TNI ingin menjaga masyarakat agar merasa aman. TNI juga bekerja bersama polisi dan elemen masyarakat. Panglima meminta orang-orang tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi di media sosial.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Koordinasi TNI dengan kepolisian dan elemen masyarakat lainnya menunjukkan pelaksanaan pengamanan melibatkan kolaborasi. Imbauan agar masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak terprovokasi narasi media sosial juga sejalan dengan keterangan Djamari Chaniago bahwa Jakarta serta kota-kota besar yang dikunjungi berada dalam keadaan aman dan tenang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, mengatakan TNI akan berpatroli di wilayah Indonesia untuk mengamankan masyarakat dan membuat rasa aman, di tengah isu ancaman peningkatan keamanan menjelang Hari Kemerdekaan RI.

Hal ini disampaikan Panglima TNI usai menghadiri rapat koordinasi bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi, yang juga dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Panglima membenarkan rapat kali ini membahas situasi keamanan menjelang Hari Kemerdekaan RI. Dia juga menegaskan bertanggung jawab atas situasi keamanan masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia pada Bulan Kemerdekaan Agustus 2026. Ia mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan narasi yang beredar di media sosial.

"Saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa dan TNI sudah dan akan terus melaksanakan patroli di wilayah-wilayah untuk mengamankan masyarakat, dan membuat rasa aman di masyarakat," kata Panglima TNI di Gedung DPR RI.

Panglima juga menegaskan, TNI akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di seluruh Indonesia.

"Jadi kita juga berkoordinasi dengan kepolisian dan elemen masyarakat lainnya supaya dalam pelaksanaan kegiatan pengamanan nya bisa berkolaborasi," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, menepis narasi di media sosial yang menyebut Jakarta dan sejumlah kota besar di Tanah Air, dalam kondisi yang tidak kondusif pada Agustus 2026. Dia mengatakan, pihaknya tidak segan-segan memperkarakan penyebar narasi demo berujung ricuh ke ranah hukum, sebab penyebaran narasi yang menyebabkan masyarakat khawatir harus dihentikan.

"Di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di daerah yang kami kunjungi dalam keadaan aman serta tenang. Semoga keadaan semacam ini bisa kita jaga bersama-sama. Bahkan kadang saya juga berjalan bersama istri melihat ke pasar tradisional dan mal, aman-aman saja," ungkap Djamari dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Agustus 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article