Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tom Lembong: Kita Sekarang Hidup di Era Populis-Diktator
Tom Lembong dalam Acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • Tom Lembong menilai dunia kini berada di era populis-diktator, di mana pemimpin menggunakan sensasi dan kontroversi untuk memengaruhi opini publik secara luas.
  • Ia menjelaskan strategi flooding the zone membuat masyarakat kelelahan informasi akibat banjir isu kontradiktif yang memicu kebingungan dan kecemasan.
  • Dalam Indonesia Summit 2026, Tom mengajak Gen Z dan Milenial menjaga kesehatan mental serta mengendalikan penggunaan media sosial agar tidak terjebak arus informasi berlebihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tom Lembong bilang sekarang banyak pemimpin di dunia yang suka bikin heboh supaya orang percaya sama mereka. Katanya orang jadi capek karena kebanyakan berita yang bikin bingung dan takut. Tom cerita dia suka meditasi pagi biar tenang. Dia juga minta anak muda jangan dikendalikan media sosial, tapi bisa atur sendiri supaya tetap waras dan sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun Tom Lembong menyoroti tantangan era populis-diktator, pandangannya justru membuka ruang refleksi positif tentang pentingnya menjaga kewarasan dan kendali diri di tengah banjir informasi. Dalam forum Indonesia Summit 2026, ajakannya untuk bermeditasi dan mengelola penggunaan media sosial menunjukkan upaya membangun generasi muda yang lebih sadar, tangguh, dan berdaya secara mental.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Thomas Trikasih Lembong, menilai masyarakat dunia sedang hidup dalam era yang ditandai dengan menguatnya gaya kepemimpinan populis-diktator yang kerap mengandalkan sensasi untuk memengaruhi opini publik.

Menurut Tom, fenomena tersebut tidak terbatas pada satu negara tertentu, melainkan terjadi di berbagai belahan dunia dengan pola yang relatif sama. Tom mulanya bercerita tentang kebiasaannya untuk mengurangi screen time, dengan tidak langsung membuka media sosial (medsos) dan membaca berita di pagi hari.

Dalam talk show Indonesia Summit 2026 by IDN Times bertajuk The Price of Tomorrow: Gen Z, Cost of Living, And Tge Fight For Financial Security, di Jakarta, Kamis (18/6/2026), ia mengajak semua orang menyediakan waktu selama 20 menit untuk melakukan meditasi demi menjaga kewarasan dan kesehatan mental, di tengah dinamika yang kurang membaik.

“Berikan, berikan waktu untuk jiwa kita kembali ke tubuh kita di pagi hari ya. Karena memang kita sekarang kan lagi di era populis-diktator. Bukan, bukan, bukan peristiwa satu negara ya, tapi di mancanegara,” ujar Tom.

Tom mengatakan, salah satu ciri kepemimpinan populis dan diktator cenderung suka membuat sensasi dan kontroversi. Strategi tersebut membuat masyarakat dibanjiri berbagai isu dan pernyataan yang silih berganti sehingga sulit memusatkan perhatian pada persoalan yang lebih substansial.

Akibatnya, kata dia, publik mengalami kelelahan informasi (fatigue information) karena terus-menerus terpapar arus berita yang memancing emosi dan kecemasan. Tom menyebut praktik ini dikenal dengan istilah flooding the zone, yaitu membanjiri ruang informasi dengan berbagai sensasi dan pemberitaan hingga masyarakat menjadi bingung.

"Seringkali headlines dibanjiri dengan pernyataan-pernyataan kontradiktif. Hari ini bilang akan serang habis-habisan, akan menghancurkan. Esok harinya, "Oh kita bentar lagi udah mau teken damai." Hari berikutnya ngancem lagi, "Kita akan bom habis." Hari berikutnya berubah lagi, "Oh kita bentar lagi udah mau damai." Jadi bingung kan. Rasa cemas," kata Tom Lembong.

Oleh karena itu, Tom menekankan pentingnya menjaga kewarasan dan kesehatan mental. Ia juga mengajak semua gen z dan millenial agar tidak dikendalikan oleh media sosial, sebaliknya sebagai pengguna harus bisa mengendalikan semua platform yang ada.

IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.

IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.

Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

Editorial Team

Related Article