3 Usul Prioritas ASEAN dari PM Thailand

- PM Thailand Anutin Charnvirakul mengajak ASEAN memperkuat diri di tengah rivalitas geopolitik yang memengaruhi perdagangan, investasi, teknologi, rantai pasok, serta keamanan energi dan pangan.
- Thailand mengusulkan tiga prioritas ASEAN: regionalisme lebih kuat, ketahanan kawasan lebih besar, dan relevansi berkelanjutan melalui integrasi ekonomi, konektivitas digital, serta kemitraan terbuka berbasis aturan.
- Relevansi ASEAN perlu dibuktikan lewat penanganan penipuan daring, kejahatan siber, perdagangan manusia, dan peningkatan kapasitas generasi muda menjelang peringatan 60 tahun pada 2027.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul mengajak negara-negara anggota ASEAN memperkuat regionalisme, ketahanan, dan relevansi organisasi untuk menghadapi dinamika geopolitik, disrupsi ekonomi, hingga perkembangan teknologi yang kian kompleks.
Dalam pidato kebijakan mengenai masa depan ASEAN di Markas Besar ASEAN, Jakarta, Selasa (4/8/2026), Anutin mengatakan, kawasan kini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibanding saat ASEAN didirikan hampir enam dekade lalu.
Menurut dia, persaingan strategis global kini memengaruhi perdagangan, investasi, teknologi, rantai pasok, hingga keamanan energi dan pangan sehingga memerlukan respons kolektif dari ASEAN.
1. ASEAN di persimpangan

Anutin mengatakan, ASEAN saat ini berada di persimpangan penting yang akan menentukan perannya sebagai organisasi regional di masa depan.
“Saya percaya ASEAN kini berada di persimpangan jalan. Pilihan yang kita buat hari ini akan menentukan apakah ASEAN terus menunjukkan kemampuannya dan tetap menjadi kekuatan yang dipercaya serta konstruktif di kawasan maupun dunia,” katanya.
Ia menilai, ASEAN harus memperkuat diri dari dalam agar mampu menghadapi tekanan eksternal sekaligus mempertahankan sentralitasnya di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik.
2. Tiga prioritas ASEAN yang diusulkan Thailand

Anutin mengatakan, Thailand mengusulkan tiga prioritas bagi ASEAN, yakni memperkuat regionalisme (stronger regionalism), meningkatkan ketahanan kawasan (greater resilience), serta memastikan ASEAN tetap relevan (lasting relevance).
Ia menilai, ketahanan kawasan perlu diperkuat melalui integrasi ekonomi yang lebih dalam, rantai pasok yang tangguh, ketahanan pangan dan energi, konektivitas digital, hingga pengembangan teknologi. Selain itu, ASEAN juga perlu memperluas kemitraan dengan negara-negara mitra yang memiliki komitmen terhadap tatanan internasional yang terbuka dan berbasis aturan.
“Tujuannya bukan untuk menutup diri, melainkan tetap terbuka dari posisi yang lebih kuat,” ujarnya.
3. ASEAN harus tetap relevan

Anutin mengatakan, relevansi ASEAN harus dibuktikan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk dalam menghadapi berbagai ancaman lintas negara. Menurut dia, kerja sama kawasan perlu diperkuat untuk menangani penipuan daring, kejahatan siber, perdagangan manusia, sekaligus meningkatkan kapasitas generasi muda menghadapi perubahan zaman.
Menjelang peringatan 60 tahun ASEAN pada 2027, Anutin menegaskan Thailand siap terus berkontribusi membangun organisasi yang lebih kuat.
“ASEAN akan tetap menjadi jangkar perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Asia Tenggara sekaligus menjadi mitra yang dipercaya di tingkat regional maupun global,” katanya.



















