- Nama: Thomas Trikasih Lembong
- Tempat/tanggal lahir: Jakarta, 4 Maret 1971
- Anak: Maxwell dan Thalia
- Pasangan: Ciska Wihardja
- Ayah: Yoahanes Lembong (Ong Joe Gie)
- Ibu: Yetty Lembong
- Kebangsaan: Indonesia
- Agama: Katolik
Profil Tom Lembong, Ekonom dan Mantan Menteri Perdagangan Indonesia

- Thomas Trikasih Lembong dikenal sebagai tokoh ekonomi Indonesia dengan pengalaman panjang di sektor keuangan, investasi, dan pemerintahan, termasuk menjabat sebagai Menteri Perdagangan serta Kepala BKPM.
- Lulusan Harvard University ini pernah berkarier di berbagai lembaga internasional dan nasional sebelum mendirikan Quvat Management serta menerima sejumlah penghargaan bergengsi dari dalam dan luar negeri.
- Tom Lembong dijadwalkan menjadi pembicara di Indonesia Summit 2026 yang mengangkat tema tentang Gen Z, biaya hidup, keamanan finansial, dan integrasi kecerdasan buatan dalam pembangunan nasional.
Jakarta, IDN Times - Thomas Trikasih Lembong atau dikenal sebagai Tom Lembong sudah lama dikenal sebagai salah satu sosok yang berpengaruh dalam dunia ekonomi dan kebijakan publik di Indonesia. Tom Lembong merupakan salah satu figur publik yang namanya terus menjadi perbincangan dalam beberapa tahun terakhir.
Berbekal pengalaman panjang di sektor keuangan, investasi, hingga pemerintahan, ia menjadi figur yang kerap terlibat dalam berbagai pembahasan strategis terkait pembangunan ekonomi nasional. Perjalanan kariernya yang melintasi sektor swasta dan pemerintahan menjadikan Tom Lembong sebagai salah satu tokoh ekonomi yang menarik untuk disimak.
Tom pernah menduduki sejumlah posisi penting di pemerintahan. Kiprahnya sebagai Menteri Perdagangan serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membuat namanya semakin dikenal luas. Di berbagai peran yang dijalankan, Tom dikenal sebagai sosok yang aktif mendorong reformasi ekonomi, peningkatan investasi, dan penguatan daya saing Indonesia di tingkat global.
Kini, Tom akan menjadi pembicara di Indonesia Summit 2026 by IDN Times, dalam sesi "The Price of Tomorrow: Gen Z, Cost of Living, and the Fight for Financial Security". Tapi sebelum itu, yuk simak dulu profil Tom Lembong!
1. Profil dan biodata

2. Rekam jejak karier Thomas Lembong

Berikut perjalanan Tom dari tahun ke tahun:
- 1995: Morgan Stanley Singapore Pte Ltd
- 1999-2000: Deutsche Securities Indonesia
- 2000-2002: Kepala divisi dan wakil presiden senior di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)
- 2002-2005: Farindo Investments
- 2006: Pendiri dan Chief Executive Officer di Quvat Management Pte Ltd
- 2012-2014: Presiden Komisaris PT Graha Layar Prima Tbk
- Menteri Perdagangan RI pada Agustus 2015 hingga Juli 2016
- Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia sejak Juli 2016 hingga Oktober 2019.
- 2023: Co-Captain Timnas AMIN di Pilpres 2024.
3. Latar belakang pendidikan Tom

Thomas Lembong menempuh pendidikan dasar di Jerman hingga usia 10 tahun. Kemudian meneruskan SD dan SMP di Sekolah Regina Pacis, Jakarta. Saat SMA, Tom pindah ke Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.
Tom kemudian kuliah di Harvard University pada 1994 dengan gelar Bachelor of Arts di bidang arsitektur dan tata kelola.
4. Penghargaan Thomas Lembong

Berikut ini beberapa penghargaan yang berhasil diraih Thomas Lembong:
- Young Global Leader oleh World Economic Forum tahun 2008
- Asia Society Australia-Victoria Distinguished Fellowship tahun 2017
- Order of Diplomatic Service Merit, First Class Second Grade atau Gwanghwa Medal Korea Selatan tahun 2020.
5. Tom Lembong menjadi pembicara di Indonesia Summit 2026
Tom Lembong menjadi salah satu pembicara dalam sesi The Price of Tomorrow: Gen Z, Cost of Living, and the Fight for Financial Security di Indonesia Summit 2026 yang digelar pada Kamis, 18 Juni di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Indonesia Summit (IS) 2026 merupakan sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air.
Dengan tema “The Next Us: Indonesia’s Leap in the Algorithmic Age,” konferensi ini bukan hanya membahas wacana teknologi abstrak, melainkan juga mengkaji dampak nyata kecerdasan buatan (AI) terhadap kerangka kelembagaan nasional. Dengan mempertemukan para arsitek kebijakan, penggerak ekonomi, dan konsumen inovasi, IS 2026 bertujuan untuk memahami bagaimana Indonesia dapat melompati tahapan-tahapan pembangunan dengan mengintegrasikan AI secara strategis ke dalam sektor publik dan swasta.
Kalau kamu tertarik untuk mendengar secara langsung insight dari para narasumber inspiratif di Indonesia Summit 2026, jangan lupa daftarkan diri kamu di bit.ly/IS_26. Siapa pun kamu, yuk, ikutan konferensinya!

















![[QUIZ] Dari Tim Piala Dunia 2026, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260617/upload_f14fae30ab7bad76baec6ee91ce4c4ad_31f30d3b-3024-4a28-9a45-ce0526216f32.jpg)