Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kepala KSP Listyo Sigit Prabowo ungkap upaya pemerintah atasi karhutla. (Dok. KSP).
  • Listyo Sigit, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi menjadi tersangka dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto.

  • Kapolri memutasi 264 perwira tinggi dan menengah pada November 2026.

  • Top 5 juga memuat desakan terhadap Gibran, kuota PPG Kemenag, serta dugaan demo bayaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (29/10/2026)

Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 digelar Polda Metro Jaya di kawasan Bundaran HI. Peserta yang hadir diduga merupakan massa bayaran.

2 November 2026

Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 diterbitkan terkait mutasi dan rotasi 264 Pati dan Pamen.

Selasa (3/11/2026)

Berita mengenai Listyo Sigit, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi sebagai tersangka dugaan penyadapan Presiden menjadi salah satu artikel populer di IDN Times.

November 2026

Kapolri Jendral Pol Suyudi Ario Seto melakukan mutasi dan rotasi terhadap 264 Perwira Tinggi dan Perwira Menengah.

60 hari ke depan

Subhan Palal mendesak Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan wapres.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lima berita populer mencakup dugaan penyadapan Presiden, mutasi 264 perwira, desakan Gibran mundur, kuota PPG, dan dugaan demo bayaran.
  • Who?
    Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi, Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, Polri, Kemenag, dan peserta acara mahasiswa.
  • Where?
    Peristiwa terkait berlangsung di lingkungan Polri, pemerintahan, Kementerian Agama, serta kawasan Bundaran HI dan Patung Kuda, Jakarta.
  • When?
    Berita tersebut populer pada Selasa (3/11/2026); mutasi tertanggal 2 November 2026 dan acara deklarasi berlangsung Kamis (29/10/2026).
  • Why?
    Mutasi dilakukan sebagai bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran kepemimpinan di lingkungan Polri.
  • How?
    Polri menetapkan tiga tersangka, Kapolri menerbitkan surat telegram mutasi, Kemenag menyediakan kuota PPG, dan massa diduga dimobilisasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam dugaan penyadapan Presiden Prabowo dan beberapa pihak lain. Ada juga mutasi banyak perwira, desakan agar Gibran mundur, kesempatan PPG untuk guru, dan dugaan orang bayaran dalam acara mahasiswa. Semua hal itu menjadi berita populer IDN Times pada Selasa, 3 November 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rangkaian berita ini memperlihatkan beragam isu publik yang mendapat perhatian, mulai dari penegakan proses hukum, penyegaran kepemimpinan di Polri, peningkatan kompetensi guru, hingga sorotan terhadap penyelenggaraan kegiatan mahasiswa. Informasi tersebut juga memuat program Kemenag berupa kuota PPG dan perlindungan sosial bagi tenaga pendidik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Listyo Sigit, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi menjadi tersangka dugaan penyadapan Presiden. Berita tersebut menjadi salah satu artikel populer di IDN Times pada Selasa (3/11/2026).

Selain itu berita tentang Kapolri yang memutasi 264 pati dan pamen, penggugat suket yang mendesak Gibran mundur dari jabatan wapres dalam 60 hari, Kemenag yang membuka kuota 40 ribu PPG untuk guru, hingga modus demo bayaran menggunakan jaket almamater dan uang tunai juga masuk dalam deretan Top 5 IDN Times.

1. Listyo Sigit, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi tersangka dugaan penyadapan Presiden

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin menjelaskan, ketiganya adalah Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jendral Pol Listyo Sigit dan mantan Sekretaris Pribadinya, Irjen Pol Ahrie Sonta serta Irjen Eko Hadi Santoso selaku Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. 1 Sespim Lemdiklat Polri.

Baca selengkapnya di sini!

2. Kapolri mutasi 264 Pati-Pamen, jabatan strategis di Mabes hingga kewilayahan berganti

Kapolri Jendral Pol Suyudi Ario Seto melakukan mutasi dan rotasi terhadap 264 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) pada November 2026.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026 sebagai bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran kepemimpinan di lingkungan Polri.

Baca selengkapnya di sini!

3. Penggugat suket desak Gibran mundur dari jabatan wapres dalam 60 hari

Advokat dan penggugat surat keterangan penyetaraan ijazah ke pengadilan, Subhan Palal mendesak agar Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan wapres dalam waktu 60 hari ke depan. Bahkan, bila perlu, ia mengeklaim bakal mendatangi Istana Wapres dan memintanya kembali pulang ke Solo.

Subhan juga menyebut putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA) membawa konsekuensi hukum bahwa Gibran merupakan wapres yang tidak sah.

Baca selengkapnya di sini!

4. Rangkaian HGN 2026, Kemenag buka kuota 40 ribu PPG untuk guru

Kementerian Agama (Kemenag) RI menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kompetensi sekaligus kesejahteraan tenaga pendidik. Salah satunya, menyediakan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi lebih dari 40 ribu guru.

Selain membuka kesempatan mengikuti PPG, Kemenag juga melanjutkan program perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut menyasar ratusan ribu guru di bawah naungan Kementerian Agama.

Baca selengkapnya di sini!

5. Membongkar modus demo bayaran, jaket almamater hingga uang tunai

Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang digelar Polda Metro Jaya di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026) berujung blunder fatal. Ternyata peserta yang hadir sembari mengenakan almamater dari beragam kampus itu tidak benar-benar mewakili mahasiswa.

Mereka diduga massa bayaran yang dimobilisasi untuk memeriahkan acara. Mirisnya, kasus ini terjadi setelah mahasiswa "asli" dari berbagai kampus menggelar aksi di Patung Kuda dan kawasan Bundaran HI.

Baca selengkapnya di sini!

Curated For You

Editorial Team

Related Article