7 Imigran Tewas di Kepulauan Canary, Spanyol Evakuasi 380 Orang

- Tujuh imigran tewas dalam perjalanan menuju Kepulauan Canary; dua jenazah ditemukan di perahu karet dan lima lainnya dilaporkan dibuang ke laut.
- Salvamento Marítimo dan penjaga pantai menyelamatkan lebih dari 380 migran di sekitar Lanzarote dan El Hierro, lalu mengevakuasi mereka ke pelabuhan untuk pemeriksaan medis.
- Rute Atlantik dari Afrika Barat berisiko tinggi akibat perahu sempit, gelombang, dan arus kuat; lonjakan kedatangan Oktober membuat fasilitas penampungan di pulau kecil kewalahan.
Jakarta, IDN Times - Sedikitnya tujuh imigran dilaporkan meninggal dunia di perairan Kepulauan Canary, Spanyol, pada Senin (2/11/2026). Sementara itu, lebih dari 380 orang lainnya berhasil diselamatkan oleh petugas maritim. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya penyeberangan warga dari Afrika menuju Spanyol melalui jalur laut.
Dinas Penyelamatan Maritim Spanyol (Salvamento Marítimo) bersama penjaga pantai mengerahkan kapal patroli untuk menyisir perairan setelah mendeteksi keberadaan perahu yang membawa para migran. Seluruh korban selamat kemudian dievakuasi ke pelabuhan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis dan menjalani pemeriksaan kesehatan.
1. Dua korban tewas ditemukan di perahu, lima lainnya dibuang ke laut
Petugas menemukan dua jenazah saat menyelamatkan 132 orang dari sebuah perahu karet di perairan sekitar 150 kilometer dari pantai Lanzarote. Para penyintas mengatakan bahwa lima penumpang lainnya meninggal dunia selama perjalanan. Jasad mereka terpaksa dibuang ke laut sebelum tim penyelamat tiba.
Perahu karet tersebut diketahui membawa 139 penumpang. Dari jumlah itu, sebanyak 132 orang berhasil diselamatkan, terdiri dari 120 laki-laki dan 12 perempuan. Sementara itu, tujuh penumpang lainnya meninggal dunia. Otoritas maritim Spanyol kini menyelidiki penyebab kematian para korban.
"Kekhawatiran terburuk kami akhirnya terbukti. Jalur Atlantik kembali menelan korban jiwa, dan di balik setiap korban terdapat keluarga yang berduka," kata Presiden Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, dilansir The Independent.
2. Operasi penyelamatan ratusan migran di Lanzarote dan El Hierro
Selain di Lanzarote, petugas juga menyelamatkan sekitar 250 migran di perairan Pulau El Hierro pada Senin pagi. Kapal Salvamar Navia memandu sebuah perahu kayu yang membawa 90 orang hingga tiba dengan selamat di Pelabuhan La Restinga. Sementara itu, tim penyelamat lainnya mengevakuasi puluhan orang di perairan utara Lanzarote.
Operasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian penyelamatan yang berlangsung sejak akhir pekan. Pada Minggu (1/11/2026), tim penyelamat juga mengevakuasi 107 orang di perairan sekitar El Hierro.
Otoritas maritim setempat terus menyiagakan kapal patroli untuk mengantisipasi kedatangan perahu migran lainnya yang melintasi wilayah barat dan timur Kepulauan Canary.
3. Jalur penyeberangan Atlantik memiliki risiko keselamatan tinggi
Rute laut dari Afrika Barat menuju Kepulauan Canary dikenal sebagai salah satu jalur migrasi paling berbahaya di dunia. Para migran harus menempuh perjalanan ratusan mil laut menggunakan perahu kayu atau karet yang sempit. Mereka juga menghadapi risiko gelombang tinggi dan arus laut yang kuat selama perjalanan.
Jumlah penyeberangan biasanya meningkat pada musim gugur ketika kondisi laut cenderung lebih tenang. Meski jumlah kedatangan migran sepanjang tahun ini sempat turun 18 persen menjadi 11.527 orang, peningkatan tajam pada Oktober membuat sejumlah fasilitas penampungan di pulau-pulau kecil, seperti El Hierro, mengalami kelebihan kapasitas.
Pemerintah daerah Kepulauan Canary mendesak pemerintah pusat Spanyol segera menambah bantuan dan fasilitas darurat. Langkah tersebut dinilai diperlukan untuk menangani krisis kemanusiaan yang terjadi di wilayah perbatasan laut tersebut.



















