Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan pidato pada pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 di BSD City, Tangerang, Rabu (9/10). (Dok. Setpres)
  • Video Jokowi tahun 2023 kembali viral, menampilkan pernyataannya bahwa ia menerima informasi lengkap tentang partai politik dari BIN, intelijen Polri, BAIS TNI, BIK, serta sumber lain.

  • Saat membuka Raker Seknas Jokowi di Bogor, Jokowi menyebut data, angka, dan survei yang diterimanya membuat ia memahami kondisi serta arah partai menjelang Pilpres 2024.

  • Video itu beredar lagi setelah Polri menangkap tiga tersangka penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh; praktik tersebut disebut berlangsung sejak 2025 hingga 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Video tahun 2023 berisi pernyataan Joko Widodo mengenai informasi intelijen tentang partai politik kembali viral di media sosial, bersamaan dengan pengungkapan kasus dugaan penyadapan sejumlah tokoh oleh Polri.
  • Who?
    Joko Widodo, BIN, intelijen Polri, BAIS TNI, BIK Intelijen Pertahanan, serta tiga tersangka berinisial LSP, ASN, dan EH terlibat dalam informasi yang mencuat.
  • Where?
    Pernyataan Jokowi disampaikan di Hotel Salak, Bogor. Pengumuman penangkapan tiga tersangka disampaikan di Mabes Polri.
  • When?
    Video direkam saat Rapat Kerja Seknas Jokowi pada 2023 dan kembali viral. Polri mengumumkan penangkapan tersangka pada Selasa malam, 3 November 2026; dugaan penyadapan berlangsung 2025–2026.
  • Why?
    Video kembali beredar ketika Polri mengungkap dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, pejabat negara, tokoh politik, media, tokoh ormas, LSM, dan pengusaha.
  • How?
    Menurut Komjen Asep Safrudin, sejumlah nomor dimasukkan ke server LIMS tanpa verifikasi lalu disadap tanpa kaitan proses penyelidikan atau penyidikan. Dugaan itu terbongkar pada 30 Oktober 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Video lama Jokowi dari tahun 2023 ramai lagi. Jokowi bilang ia mendapat banyak info tentang partai dari badan intelijen. Sekarang polisi menangkap tiga orang, yaitu LSP, ASN, dan EH. Mereka diduga menyadap telepon Presiden Prabowo dan banyak orang lain. Polisi bilang mereka sudah ditahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Terungkapnya dugaan penyadapan ilegal dan penahanan tiga tersangka menunjukkan adanya langkah penegakan hukum terhadap penggunaan sistem intersepsi tanpa verifikasi serta tanpa dasar penyelidikan atau penyidikan. Di tengah kembali viralnya pernyataan Jokowi tentang informasi intelijen, kasus ini juga menegaskan pentingnya pengelolaan informasi yang berada dalam koridor hukum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebuah video lawas Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko "Jokowi" Widodo dari tahun 2023 kembali viral di media sosial.

Dalam video itu, Jokowi membahas dirinya punya informasi lengkap mengenai partai yang diperoleh dari Badan Intelijen Negara (BIN), badan intelijen Polri, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Badan Informasi dan Komunikasi (BIK) Intelijen Pertahanan (Intelhan), dan informasi-informasi lainnya.

Pernyataan itu datang saat Jokowi membuka Rapat Kerja Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi di Hotel Salak, Bogor. Adapun Seknas Jokowi merupakan organisasi relawan pendukungnya.

“Saya tahu, dalemnya partai seperti apa saya tahu, partai-partai seperti apa saya tahu. Ingin mereka menuju ke mana saya juga ngerti. Informasi yang saya terima komplit,” ujar Jokowi kala itu.

Jokowi mengatakan, informasi yang dia terima lengkap, bahkan mencakup angka, data, hingga survei.

Dari informasi itu, Jokowi mengaku mengetahui apa yang diinginkan partai politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Dari intelejen saya ada, BIN, dari intelijen di Polri saya ada, BIK, dari intelejen di TNI saya punya, BAIS (Badan Intelijen Strategis). Dan informasi-informasi di luar itu. Angka, data, survei, semuanya ada,” tutur Jokowi.

Video ini beredar kembali saat Polri mengumumkan telah menangkap tiga tersangka yang diduga melakukan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, pejabat negara, tokoh-tokoh politik, media, tokoh ormas, LSM, dan para pengusaha.

Ketiga tersangka itu, kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Asep Safrudin, adalah LSP, ASN, EH. Ketiganya kini telah ditahan.

"Terdapat beberapa nomor tersebut dimasukkan ke server LIMS ya, atau Lawful Interception Management System, tanpa melalui verifikasi. Kemudian nomor-nomor tersebut disadap tanpa kaitan atau tanpa adanya proses penegakan hukum, baik penyelidikan dan penyidikan yang berdasarkan undang-undang yang berlaku," ujar Asep dalam konferensi pers yang digelar, Selasa (3/11/2026) malam di Mabes Polri.

Asep mengungkapkan penyadapan telah berlangsung sejak 2025 hingga 2026, dan terbongkar pada 30 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article

Tanam Mangrove Tumbuh Ekonomi04 Nov 2026, 23:25 WIB