PAM Jaya Raup Laba, Dividen Rp257 Miliar Kembali ke APBD DKI

- PAM Jaya menyetor dividen Rp257 miliar kepada Pemprov DKI Jakarta pada 2025, setelah pengelolaan air bersih Ibu Kota beralih sepenuhnya ke perseroan.
- Dividen pertama senilai Rp62,37 miliar meningkat 312,7 persen menjadi Rp257 miliar; untuk 2026, PAM Jaya merencanakan dividen Rp230 miliar yang masuk APBD DKI.
- Laba bersih PAM Jaya mencapai Rp1,035 triliun pada 2025 dan Rp790 miliar hingga September 2026, dengan target laba 2026 sebesar Rp1,258 triliun.
Jakarta, IDN Times - PT PAM Jaya (Perseroda) menyetorkan dividen kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah pengelolaan layanan air bersih di Ibu Kota beralih sepenuhnya ke tangan perseroan. Pada 2025, nilai dividen yang diberikan mencapai Rp257 miliar.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, setoran dividen pertama yang diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp62,37 miliar. Jumlah itu kemudian meningkat menjadi Rp257 miliar pada 2025. Adapun untuk 2026, perseroan merencanakan pembagian dividen sebesar Rp230 miliar.
“Dulu kami belum bisa memberikan dividen saat tahun 2022. Tapi start 2023 (diambil alih) kemudian tahun 2024 kami sudah bisa memberikan dividen kepada Pemprov DKI Jakarta,” kata Arief dalam keterangan, Rabu (4/11/2026).
1. Pertumbuhan dividen mencapai 312,7 persen

Instalasi Pengolahan Air (IPA) PAM JAYA, Jakarta./ (dok PAM JAYA) Arief menyebutkan, pertumbuhan dividen dari 2024 ke 2025 mencapai 312,7 persen. Meski dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2026 tercantum angka Rp230 miliar, dia membuka kemungkinan nilai tersebut dapat meningkat.
Selain dividen, PAM Jaya juga memberikan kontribusi kepada daerah melalui pajak dan retribusi. Pajak daerah yang disetor pada 2024 mencapai Rp16,67 miliar dan Rp17,77 miliar pada 2025 serta Rp18,02 miliar pada tahun 2026.
2. Dividen masuk ke APBD DKI

Penandatangan MoU RKU APBD DKI Jakarta 2024 di Gedung DPRD, Senin (18/9/2023). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Sedangkan untuk retribusi daerah yang diberikan pada 2024 mencapai Rp396 juta, dan Rp302 juta pada 2025, lalu Rp94 juta pada 2026. Arief mengatakan, hasil pengelolaan perusahaan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat dikembalikan kepada pemerintah daerah.
Setoran dividen PAM Jaya selanjutnya masuk ke dalam APBD DKI Jakarta untuk dikelola kembali bagi kepentingan masyarakat.
“Jadi bicara dividen. Sebenarnya ini bagian dari bahagianya kami, di mana kami memberikan sesuatu kepada Pemprov Jakarta. Dan pastinya masuk ke APBD jadi dividen. Dividen diolah lagi untuk pastinya ke masyarakat,” ujar Arief.
3. Target laba sebesar Rp1,258 triliun

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin dalam diskusi Balkoters Talk bertajuk Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 6 Menuju Jakarta Kota Global di Press Room Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/3). (Beritajakarta.go.id) Dalam paparannya, Arief turut mengungkapkan perkembangan laba bersih perusahaan sejak pengelolaan air diambil alih sepenuhnya oleh PAM Jaya. Berdasarkan data yang disampaikan, laba bersih pada 2023 mencapai Rp1,247 triliun. Pada 2024, laba perusahaan tercatat Rp735 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp1,035 triliun pada 2025.
Sementara hingga September 2026, laba PAM Jaya telah mencapai Rp790 miliar. Untuk tahun ini, perseroan menetapkan target laba sebesar Rp1,258 triliun.
Angka tersebut mengalami penyesuaian dari proyeksi awal sebesar Rp1,2 triliun setelah adanya arahan dari Kepala BP BUMD DKI Jakarta terkait target yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
“Pagi tadi Pak Kaban BP BUMD sampaikan, Pak Dirut, Pak Gubernur statement-nya di media kemarin harus sampai Rp1,3 triliun. Jadi kemarin tadi pagi kami berubah. Dari Rp1,2 triliun, kami bilang nego-nego dikit menjadi Rp1,258 triliun. Tahun ini kami harus bisa achieve,” ungkapnya.






















